Selamat dan Sukses atas di Deklarasikannya Forum Wartawan Lintas Media Kabupaten Jember. Semoga selalu dapat mengawal Otonomi dan Membangun Demokrasi"


Kamis, 16 Februari 2012

Prosedur Permohonan Akte Kelahiran Di dispenduk Capi Jember

Biaya pengurusan pembuatan Akte Kelahiran bagi yang terlambat, berdasarkan Undang-undang Nomor. 23 Tahun 2006 tentang Admisintrasi dan Kependudukan, khususnya bagi warga yang berumur 60 tahun lebih, dikenai sangsi administrasi berupa denda maksimal sebesar Rp. 1.000.000,-


Sedangkan dalam Peraturan Bupati (Perbub) Jember Nomor. 2 tahun 2012 tertanggal 2 Januari, tentang pelayanan akte pencatatan sipil menetapkan bahwa denda maksimal, lebih rendah dari Undang-undang N0, 23 tahun 2006 yaitu sebesar Rp. 450.000,- untuk masing-masing pemohon.

Namun dalam juklak dan juknis Dispenduk Capil Jember yang mengatur biaya Administrasi berupa denda keterlambatan pendaftaran permohonan Akte Kelahiran, biayanya masih lebih ringan dari perbub tersebut. Kebijakan ini dimaksudkan agar beban biaya masyarakat tidak terlalu besar. Untuk itu disesuaikan dengan keterlambatan umur saat mendaftarkan dan  jarak radiusnya.

Ada tiga radius yang sudah ditetapkan, Radius satu, dua dan tiga. Radius satu paling dekat sedangkan radius tiga paling jauh. Adapun besarannya paling mahal adalah Rp. 42.000,-  sedangkan paling murah hanya Rp. 5.000.  Untuk radisus tiga biayanya lebih murah dibandingkan dari radius dua, sedangkan radius dua lebih murah dari radius satu.

Kebijakan ini diambil, agar  warga yang tinggal diradius terjauh biayanya dapat digunakan untuk transportasinya. Sementara  bagi pemohon yang tinggal lebih dekat, biayanya sedikit lebih mahal, dengan pertimbangan bahwa biaya transportasinya lebih murah.

Terkecuali bagi pemohon yang berumur 0 tahun sampai dengan 60 tahun tidak dipungut biaya (Gratis) disamping itu juga  tidak memerlukan penetapan pengadilan Negeri, termasuk bagi pemohon yang umurnya kurang dari setahun. “Bisa langsung diselesaikan melalui di Dispenduk Capil Jember.

Namun sebelum mengajukan permohonan akte kelahiran bagi yang sudah berumur lebih dari satu tahun, sebelum diproses ke Dispenduk Capil, terlebih dahulu harus mendapatkan penetapan Pengadilan Negeri terlebih terlebih dahulu.  Karena dalam Undang-undangnya memang seperti itu, “Untuk mendaftarkan ke Dispenduk Capil, pemohon harus mendapatkan penetapan dari pengadilan Negeri Jember terlebih dahulu”. (Kabit Catatan Sipil Dispenduk Capil Kabupaten Jember, Joko Soponyono: Senin, 13 Peburari 2012).

Sementara persyaratan bagi permohonan, untuk mendapatkan penetapan Pengadilan Negeri Jember, harus melampirkan Foro copy KK dan KTP “bagi yang sudah dewasa”, Surat Nikah dan Surat Kenal Lahir dari Kepala Desa/Kelurahan. Karena identitas tersebut (KK, KTP, Surat Nikah dan Surat Kenal Lahir) merupakan prasyarat yang harus dipenuhi dalam setiap permohonan penetapan Akte Kelahiran. sedangkan biayanya disesuaikan dengan jarak radiusnya sesuai dengan tempat tinggalnya.

Sesuai ketetapan Pengadilan Negeri Jember Nomor. W 14.U/3/199/PDT/I/2012 bahwa semakin jauh tempat tinggal pemohon, semakin mahal biaya yang harus dikeluarkan. Sesuai ketetapan tesebut, terdapat tiga, radius satu, dua  dan tiga. Masing-masing adalah sebagai berikut, Untuk Radius satu biayanya sebesar Rp. 125.000,-, radius dua sebesar Rp. 155.000,- dan radius tiga sebesar Rp. 195.000,-.

Disamping itu, setiap pemohon juga harus menghadirkan dua orang saksi saat persidangan. (Bagian Register Perkara Gugatan dan Permohonan Perdata, Maya Widayati: Kamis, 16 Pebruari 2012) (Eros/yond)

Berita Terkait Sosial Budaya

7 komentar:

Anonim mengatakan...

Seharusnya Pemerintah membantu masyarakat untuk memiliki Akta Kelahiran Bukan malah mempersulit, terutama masyarakat kecil yang sebagian besar tidak memiliki akta kelahiran

Anonim mengatakan...

Pemerintah sudah kurang dengan gajinya yang besar. makanya sekarang mulai menggerogoti uang rakyat yang miskin. bukannnya membantu malah dibikin kesempatan.

Anonim mengatakan...

kebijakan tentang keterlambatan pengajuan pembuatan akte dengan denda yang telah ditetapkan oleh pemenrintah harus di kaji lagi. trus terang kalo itu masih harus direalisasikan maka akan banyak warga yang tidak punya akte kelahiran mengingat proses dan prosedur yang begitu rumit. mau dbwa kmn bangsa ini kalo warganya tidak diperhatikan........

Fajar.andri Andri mengatakan...

wah yang lebih bahaya lagi nih,,ada sodaraku yang kena pungli,,gak tanggung tangung,,500rb raib dimakan oknum pegawai desa.itu kalau aktenya jadi,,,buktinya sampai sekarang akte blm jadi,,
akte gak ada..duit uda habis,,
jember penuh korupsi

Fajar.andri Andri mengatakan...

korupsi oknum perangkat desa

santuso mengatakan...

takutnya orang-orang yahudi dan nasrani terhadap populasi umat islam. mereka takut sekali jika umat islam semakin banyak dari mereka. sehingga berbagai upaya supaya umat ini sedikit atau bahkan sampai sirna.
mulai dari hard sweeping seperti pembantaian di negeri timur tengah, sampai pada soft sweeping dengan memberikan rasa cemas dan waswas kepada orang tua untuk beranak banyak, dengan cara mempromosikan KB, Akta kelahiran malah dipermahal, pendidikan mahal, perawatan kesehatan mahal, bahan makanan mahal. sehingga membuat orang tua kapok untuk beranak banyak.
Namun apalah daya,, Indonesia anteknya orang-orang kafir yang memang hal itu harus di basmi.
Hanya satu solusinya, Tegakkan Khilafah sehingga syariah ISlam bisa berjalan dengan sempurna dan dengan itu semua InsyaAllah jika tidak bertentangan dengan islam, tidak akan di perumit apalagi di halangi seperti beranak banyak, dsb.

Anonim mengatakan...

Dispenduk kaya selet,mbadog duwik tok penggaweane

Sedia Albumin Plus, Madu Albumin, Madu Mengkudu, VCO & Asap Cair

Berita Terbaru Majalah Gempur Online Lainnya