Selamat dan Sukses atas di Deklarasikannya Forum Wartawan Lintas Media Kabupaten Jember. Semoga selalu dapat mengawal Otonomi dan Membangun Demokrasi"


Minggu, 20 Mei 2012

PU Cipta Karya dan Tata Ruang Jember, Tingkatkan Pengawasan PJU


Jember, Majalah Gempur. Seiring adanya tindak pencurian Penerangan Jalan Umum bertenaga surya dikawasan Garahan Kumitir waktu lalu. Akhirnya pihak Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya makin intensifkan  pengawasan sekaligus patroli yang dilakukan oleh para petugas  dari PU Cipta Karya dengan meningkatkan koordinasi dengan pihak Polsek setempat yang juga ditumbuhkannya pola pelibatan pengawasan langsung bersama warga  masyarakat.


Dengan harapan insiden tersebut tidak terulang kembali  mengingat PJU-PJU yang terpasang ditepi jalan umum itu secara prinsip akan sangat membantu arus aktivitas masyarakat diberbagai bidang  pada saat malam hari selain itu juga akan memberikan rasa nyaman lewat penerangan jalan khususnya aktivitas transportasi yang akhirnya akan memberikan tingkat keluluasaan hubungan  masyarakat antar daerah bahkan antar wilayah kabupaten.

Sebagaimana yang dituturkan oleh Kasi PJU PU Cipta Karya, Nurwawan, Minggu (20/5). Menurut Nurwawan bahwa untuk menyikapi hal tersebut, PU Cipta Karya telah menagambil langkah dengan pola pengawasan PJU terutama bagi PJU yang menggunakan Tenaga Matahari (solar cell) di kabupaten Jember. Nurwawan mengatakan manakala tindak pencurian PJU  Bertenaga Surya itu tidak dilakukan  langkah penegakan serius dan hukuman serta sanksi berat, maka diyakini pencuri akan melakukan aksinya di daerah lain.

Oleh karenanya, lanjutnya, PJU yang dibangun dengan anggaran yang cukup besar tersebut, hendaknya dirawat dan dijaga bersama dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat. “Dan bisa di bayangkan disaat ini lampu-lampu PJU mati dan banyak dicuri orang tentu saja suatu kawasan akaan semakin gelap dan  tindak krrmininal  juga akan semakin tinngi selain itu dengan  kawasan yang gelapa tingkat  lakalantas juga akan turut tinggi pula” tukas Nurwawan.

Dengan tingginya harga PJU bertenaga surya itu per satu unit mencapai kurang lebih Rp. 25 juta, memang akan menggiurkan para pencuri untuk kembali melancarkan aksinya. Hal ini,  di karenakan solar scell yang dicuri tersebut bisa dimanfaatkan untuk kepentinga listrik scala kecil dirumah atau tempat-tempat yang membutukan listrik. Namun, PU Cipta Karya sendiri akan menindak tegas bersama pihak kepolisian, apabila akasi pencurian PJU tersebut tertangkap tangan. “ini akan memberikan efek jera bagi pencuri yang merugikan masyarakat dan merusak fasilitas negara”, tegasnya.

Berdasarkan  data  jumlah PJU Bertenaga surya  yang saat ini telah terpasang mencapai 120 buah yang banyak didapati dikawasan yang memang rawan  lalu lintas, rawan tindak krirminal  yang secara umum kawasa yang sama sekali tidak terjangkau oleh instalasi listrik. Maka sebagai solusinya yaitu dipasangi lampu bertenaga surya agar dapat memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi warga yang melintas.

Hal senda juga dikemukakaan Joko Sulistyo Msi dari  total 120 titik PJU bertenaga surya yang ditempatkan dikawasna yang memang  strategis dan banyak dilewati masyarakat. Seperti halnya  diwilayah Kumitir terdapat 35 titik, Pondok Joyo  jurusan Kencong  terdapat 40 tiititik dan sisanya tersebar di sejumlah kawasan  strategis lainnya yang diharapkan mampu meminimalisir kawasan berbagai tindaka kejahatann dikawasa wilawaha kabupaten Jember, imbuh  Joko sapaan akrabnya.

Sementara itu Selamet warga Silo juga sangat menyayangkan adanya sikap menyatakan tidak bertannggung jawab dengan oknum pencuri PJU bertenaga surya itu untuk kepentingan pribadi. Apapun alasannya dengan mencuri PJU yang sangat  ini banyak memberikan manfaat besar untuk kepentingan orang banyak hendaknya pelaku segera dikenakan tangksis serta hukuman. Agar tingkat pencurian maupun pengrusakan PJU tidak terulangg kembali.Selain dari adanya pencurian PJU bertenaga surya itu  kerugian tidak hanya dialami oleh pemerintah tetap masyarakat akan merasakan kerugin juga, pungkas Selamet (Humas).

Berita Terkait Sosial Budaya

Tidak ada komentar:

Sedia Albumin Plus, Madu Albumin, Madu Mengkudu, VCO & Asap Cair