"Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.", "Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.","Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72."
Custom Search

Rabu, 17 April 2013

Tak Digubris Dirut PDP Dan Bupati Jember, Ribuan Buruh Dan Karyawan Kembali Turun Jalan Tolak KSO

Suasana aksi Rabo (17/3) didepan Kantor DPRD Jember
Jember , MAJALAH-GEMPUR.Com. Ribuan Karyawan dan Buruh PDP Kahyangan Jember Bersatu, kembali melakukan aksi unjukrasa, menolak Kerja Sama Oprasional (KSO), dengan PT Nanggala Mitra Lestari yang baru berdiri (14/3) di Surabaya.


Dalam unjukrasa yang digelar Rabu (17/4) kali ini, bukan hanya buruh dan karyawan yang ikut aksi, jajaran direksi, Adm dan Pemimpin kebun juga turun jalan. Dengan menumpang puluhan truk, perwakilan buruh dan karyawan terus berorasi dan melampiaskan kemarahannya kepada Bupati Jember, MZA Djalal dan Direktur Utama PDP Kahyangan Jember, Ir Sudjadmiko atas diserahkannya asset Pemkab Jember Ke pihak Swasta ini.

Sebagai bentuk penolakan KSO, sebelum menuju Kantor Pemkab dan Kantor DPRD Jember, Para pendemo, dari 6 kebun, Kali Mrawan, Kebun Sumberwadung, Kebun Sumbertenggulun, Kebun Gunung Pasang, Kebun Ketajek, dan Kebun Sumber Pandan melakukan Peyegelan Pintu Utama Kantor PDP Kahyangan Jl, Gajah Mada No 245 Kecamatan Kaliwates.

Kemudian aksi dilanjutkan di depan Pemkab Jember, mereka terus berorasi, mengecam dan mendesak KSO dicabut . “Kerjasama yang tertuang dalam Salinan Akta Notaris Tertanggal (23/3/2013) No 1094 Sangat merugikan Nasib karyawan dan buruh. Teriak Korlap Aksi Wahyu Baskoro MH

Bahkan menurut Wahyu, KSO ini, merupakan bentuk pengambil alihan (Take Over) PT Nanggala Mitra Lestari (NML) terhadap manajemen PDP secara menyeluruh atas pengengelolaan komoditas karet, kopi, kakao, dan cengkeh dilahan seluas 6.011 Ha ini, hal ini bukti tidak adanya itikat baik Dirut PDP dan Bupati Jember, ujung-ujungnya Perusahan dan buruhlah yang dirugikan. Keluhnya dengan nada kesal

Hal senada juga disampaikan Dwiagus Budiyanto, Menurut Dwi Pembatalan KSO, Sudah Harga mati. Untuk itu KSO harus dicabut dan Direktur Utama PDP, Ir. Sujatmiko dan Bupati Jember, MZA Djalal harus mundur dari jabatanya. Jika tuntutan ini tidak dipenuhi, aksi akan terus kami lanjutkan dengan mogok Kerja sampai adanya kepastian pencabutan dan pembatalan KSO “Acamnya

Karena aksi selama berjam-jam tidak ditemui Bupati Jember, MZA Djalal dan Direktur Utama PDP, Ir. Sujatmiko, maupun perwakilan kedua pejabat tersebut, ribuan buruh merasa kesal dan merangsek pintu pagar Pemkab hingga jebol, ketika terjadi aksi saling dorong antara buruh dan aparat keamanan. Seorang anggota kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja terluka karena terjepit pagar yang roboh. Keduanya langsung dibawa ke rumah sakit.

Ketua Komisi C, Muhammad Asir Dukung Penolakan KSO
Karena masih kecewa kemudian aksi dilanjutkan di Gedung DPRD, ribuan buruh di temui Ketua Komisi C, HM Asir, Menurut Asir bahwa KSO Tidak Jelas, tidak transparan dan tidak dilelang oleh Bupati, hanya di lakukan internal Direksi Saja. “Saya yang mebidangi Pajak dan Pendapatan dengan tegas menolak dan membatalkan KSO PDP Kahyangan, bahkan saya sebagai Ketua Komisi C dikhiyanati dan di dholimi oleh Mereka“ Teriaknya, di hadapan ribuan pengunjukrasa.

Menurut Ketua Komisi C dari Fraksi PDI Perjuangan, “Untuk menjadikan PDP bisa sehat, Buruh dan Karyawanya harus sehat dan sejahtera, Tanamanya harus ada Proteksi dan Pemeliharaan, dengan demikian Kontibusi PAD nya akan meningkat. Dan itu bisa tercapai karena SDM Jember Sendiri masih banyak pakar Akademisi dan ahli yang bisa di ajak bekerjasama.

Aksi ditutup dengan tandatangan dukungan surat Pernyataan penolakan KSO bersama, Anang Prasetyo Kepala (KPSI), M. Anang Yanuar, ADM Sumber Wadung, Sugiwar, ADM Sumber Pandan, Widi Hidayat, Direksi Pemasaran, Eko Siswanto, ADM Sumber Tenggulun Serta beberapa ADM lainya.

Diberitakan sebelumnya bahwa PDP Kahyangan sejak tanggal 23 Maret 2013, di KSO kan kepada investor yang baru yang berdiri bulan Juli tahun 2012 dengan nilai kekayaan hanya Rp1 M. Selang  tidak begitu lama CV. Nanggala Mitra Lestari menjual 159 ton karet. Kemudian penjualan karet yang diduga dislewengkan, Usai aksi Kamis siang (4/4) dilaporkan buruh ke Mapolres dan Kejaksaan Jember.

PT Nanggala Mitra Lestari (NML) Menguasai Seluruh Kebun
Dalam perjanjian Kerjasama Pengelolaan  (Join Opration) Antara Perusahaan Daerah Perkebunan Kahyangan Jember Dengan PT Nanggala Mitra Lestari yang dibuat didepan Notaris Dedi Wijaya, SH, MKn. No 1094 Tertanggal (23/3/2013) yang beredar disebutkan bahwa:

Hak-hak Pihak Kedua (PT Nanggala Mitra Lestari ) yang baru berdiri Tanggal 14 Maret 2013 No. 304 di Surabaya adalah menerima obyek kerjasama: Mengelola seluruh kebun, Memanfaatkan , mengelola, menjual termasuk menetapkan harga jual produksi perkebunan dan Menerima pembagian hasil kebun seperti Karet, Kopi dan Cengkeh dilahan seluas, seluas 42.782 Ha.

Sedangkan sistim kerjanya PT NML, memiliki kewenangan dan bertanggungjawab penuh untuk mengatur , menata dan mengelola atas usaha kerjasama yang meliputi: Mengkoordinir tenaga terampil. Melaksanakan pembukuan dan pembuatan laporan keuangan (Neraca dan rugi laba). Mengatur dan menyelenggarakan kerjasama kepada fihak lain.

Mengatur pengangkatan, pemberhentian serta penentuan besarnya gaji karyawan atas persetujuan bersama pihak kesatu. Berhak mewakili, menghadap dan menyelesaikan permasalahan yang berhubungan dengan usaha yang berkaitan dengan instansi yang berwenang.

Pembelian dan penentuan harga bibit, pupuk dan penentuan kontrak kepada fihak ke tiga dalam pelaksanaan pengelolaan. dan beberapa kewenangan lain yang diberikan kepada PT. NML (edw/eros/nang)

Berita Terkait Politik dan Hukum

Tidak ada komentar: