"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Saturday, May 18, 2013

Spanduk Penolakan Dirut PDP Kahyangan Jember, Gagal Diturunkan

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Kabar akan di turunkannya spanduk bernada kecaman terhadap Direktur utama PDP Jember Sujatmiko (Sabtu 18/5) dihadang ratusan buruh. Akibatnya gagal diturunkan oleh manajemen.


Kabar akan diturunkannya spanduk bertulisan tolak Direktur utama (Dirut) PDP Jember yang dipasang di kantor Jl Gajah Mada No 245 Jember terdengar buruh. Sehingga ratusan buruh dari 6 kebun Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP ) Kahyangan Kabupaten Jember turun gunung.

Perwakilan buruh yang menghadang rencana penurunan spanduk tersebut masing -masing perwakilan dari Perkebunan Sumber Tenggulun, Ketajek, Kali Mrawan, Sumber Wadung , Gunung Pasang dan  Sumber Pandan.

Menurut Kolap aksi Dwiagus Budiyanto bahwa kabar akan di turunkannya spanduk tolak Sudjatmiko diperoleh hari Jum’at (17/5) bahwa Dirut PDP memerintahkan kepada Direktur umum Sugeng Darmawan dan Kabag umum B Mala agar menurunkan bener penolakan.

“Pak Sujatmiko memerintahkan Direktur umum dan Kabag Umum agar segera menurunkan spanduk sambil menggebrak gembrak meja, itu menurut buruh yang waktu itu ada di ruangan tersebut mas“ ucap Dwi panggilan akrab korlap buruh yang getol menyuarakan ketidakadilan di perusahaan milik daerah ini.

“Kalau spanduk yang kami pasang diturunkan, kami siap mempertahankan sampai titik darah penghabisan, nyawa kami taruhannya mas“ Pungkas Dwi dengan nada geram

Aksi ini merupakan buntut penolakan Kerja Sama Oprasional (KSO), PDP Kahyangan Jember dengan PT Nanggala Mitra Lestari. Kerjasama yang tertuang dalam Salinan Akta Notaris Tertanggal (23/3/2013) No 1094 menurut buruh, sangat merugikan Nasib karyawan dan buruh

Meski akhirnya Bupati Jember mencabut KSO. buruh masih meminta Dirut PDP Jember bertanggungjawab atas asset PDP berupa Karet seberat 159 Ton senilai 4 milyar lebih yang diserahkan kepada perusahaan milik swasta ini, bahkan buruh melaporkan Sudjatmiko ke Polres dan Kejari Jember. (yond/eros)

Berita Terkait Perburuhan

No comments: