"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Friday, May 17, 2013

Tim Gabungan TNI, Polri dan Polhut Jember, Tutup Paksa Penambang Emas Liar

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Penambang emas liar yang beroperasi di Gunung Manggar Desa Kesilir Kecamatan Wuluhan akhirnya ditutup paksa oleh tim gabungan dari TNI, Polri dan Polisi Hutan Perum Perhutani Jember.


Penutupan penambang liar emas yang beroperasi sejak tiga bulan lalu dilakukan sekitar pukul 16.00 Jumat (17/5). Tak ayal akibar penutupan oleh tim gabungan ini, masyarakat yang biasa mencari emas kelabakan, bahkan beberapa diantaranya di amankan petugas berikut barang bukti belasan karung tanah yang digali dari lereng Gunung Manggar.

Operasi gabungan penutupan penggalian liar warga yang mencari emas ini di pimpin langsung oleh ADM Perum Perhutani Ir. Nanang Sugiharto, MSi, Waka Polres Jember Kompol Cecep Susatya, Kabag Ops Kompol Imam Pauji.

Dalam pernyatannya Nanang mengungkapkan, “bahwa penutupan area penggalian di Gunung Manggar yang di lakukan tim gabungan TNI dan Polri dilaksanakan agar kerusakan lingkungan tidak semakin parah. Ada atau tidaknya kandungan emas kami mengutamakan kelestarian lingkungan. Kami khawatir kejadian longsor seperti di daerah lain akan terjadi di sini, “ elasnya yang di amini oleh Ali Maki KRPH Glundengan Wuluhan dan Agus Sulaiman Humas KPH Perum Perhutani Jember.

Sementara itu rombongan tim MAJALAH-GEMPUR.Com bersama media yang terdiri dari wartawan media cetak dan elektonik maupun on line juga meliput secara langsung dengan di dampingi Agus Sulaiman Humas KPH Perum Perhutani.

Perjalanan yang ditempuh sebenarnya tidak jauh dari posko menuju lokasi penggalian lubang-lubang oleh warga yang mencari emas. Namu  karena medan jalan yang di lalui setapak dan berkelok-kelok naik turun serta nemanjak membuat tenaga para awak media yang tak terbiasa di medan seperti itu kehabisan nafas.

Sampai di atas rombongan humas dan awak media menemukan lubang-lubang sebanyak lebih 50 an dengan kedalaman 3 hingga 7 meter baik di sepanjang aliran sungai kering maupun di atas lereng  Gunung Manggar. Sebagaian lubang sudah ditutup oleh tim gabungan yang sudah dahulu datang dengan menggunakan tanah dan batu bekas galian serta semen yang sudah dipersiapkan sejak awal.

Tak hanya para penambang maupun masyrakat sekitar serta tim gabungan yang besada di lokasi, Lilis warga kesilir yang datang menuju lokasi dengan rombongan nkeluarga ingin melihat kondisi di lokasi karena penasartan berita yang berkemban g ditemukannya Gunu ng manggar yang mengandung emas, “ kita rombongan mas dengan keluarga karena penasaran pengen tahu seperti apa pernambangan emasnya ternyata ya ironis sekali ya mas, malah merusak lingkungan, “ katanya

Masih kata Lilis, “Penggalian yang terus-terusan ini malah dikhawatirkan seperti kejadian di Kecamatan Panti tahun 2007 silam longsor. Kami berharap agar aparat terkait dapat memberi arahan pada masyarakat yang tak tahu dampak kerusakan lingkungan yang terjadi nantinya, “ kata wanita yang juga pengurus salah satu parpol di tingkat Kabupaten ini berharap.

Hujan sempat turun deras hingga 2 jam lamanya, membuat tim gabungan berteduh di pos darurat yang dibuat oleh Pihak Perhutani Jember. Saat kembali ke posko yang berjarak sekitar 3 km dengan tanjakan turunan licin akibat guyuran hujan membuat rekan awak media berkali-kali terpeleset.

Bahkan yang lebih parah kendaraan yang dipakai salah satu wartawan MAJALAH-GEMPUR.Com terjatuh 2x dan mogok membuat perjalan semakin berat untuk kembali ke kota, hingga akhirnya menyala setelah menunggu dan dicoba berkali-kali hingga 1 jam.

Tim rombongan awak media sampai di kota kecamatan Wuluhan sekitar pukul 10 malam dengan kondisi kehabisan tenaga untuk beristirahat sejenak dan melanjutkan perjalan pulang menuju rumah masing-masing hingga berita ini dibuat. (midd).

Berita Terkait Lingkungan

1 comment:

Anonymous said...

Penutupan tambang emas oleh instansi terkait patut diacungi jempol.Akan tetapi pemantauan pasca penutupan juga penting,termasuk juga pemantauan kemungkinan adanya oknum yang membeckingi penambangan yang pada akhirnya bisa menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap aparat khususnya dan pemerintah umumnya. alfianrahmawanto.