"Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.", "Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.","Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72."
Custom Search

Jumat, 07 Juni 2013

Isu Dukun Santet, Gegerkan Warga Antirogo Sumbersari

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Bada sholat Jum’at (7/6), Masjid Nurul Iman Lingkungan Pelinggian Kelurahan Antirogo Sumbersari di padati masyarakat. Mereka menyaksikan proses perdamaian tuduhan dukun santet.

Pihak tertuduh dukun santet bernama P Nahrawi (73) warga RT I RW 07 Lingkungan Pelinggian Kelurahan Antirogo Kecamatan Sumbersari dan pihak penuduh P Hotim (60)  beralamat sama dengan P Nahrawi yang tak lain adalah tetangganya sendiri.

Kejadian bermula sekitar tanggal 29 Mei 2013 yang lalu, Supyati yang secara tak sengaja menjumpai P Hotim dan menanyakan kabar istrinya yang sedang sakit. Namun bukan jawaban yang disampaikan, P Hotim malah menuduh ayahnya (P Nahrawi) sebagai dukun santet setelah ia mendatangi orang pintar di Banyuwangi untuk mengobati istrinya yang sakit tak kunjung sembuh.

Tak terima dengan ucapan P Hotim yang menuduh ayahnya sebagai dukun santet. Supyati memilih melaporkan kepada pihak Polsek Sumbersari. Polsek Sumbersari berupaya mendamaikan atas masalah dukun santet antara kedua belah pihak namun menemui jalan buntu. Dan meminta pihak Lingkungan setempat untuk berupaya mendamaikan agar kondisi masyarakat tetap kondusif.

Sementara itu Sukandar selaku Ketua RW setempat saat diklarifikasi wartawan mengungkapkan “Kesepakatan damai masalah isu dukun santet telah di setujui oleh kedua belah pihak dilaksanakan di Masjid Nurul Iman Lingkungan Pelinggian Kelurahan Antirogo Kecamatan  Sembersari. Kedua belah pihak saling memaafkan dan tak melanjutkan masalah lebih jauh, khususnya pihak penuduh meminta maaf karena khilaf dan tak akan mengulang lagi perbuatan itu,” katanya

Masih menurut Kandar sapaan akrabnya, “isu dukun santet ini kan sangat sensitif mas, jika tidak dicegah bisa ramai nanti jadi berita nasional apalagi jika sudah ada sumpah pocong segala. Pihak penuduh P Hotim tidak siap akan sumpah pocong dan meminta maaf karena sudah salah dan memfitnah P Nahrawi sebagi dukun santet.

Kejadian ini agar dijadikan pelajaran bagi masyaraklat yang lain agar tidak saling memfitnah tanpa bukti kuat apalgi dengan tuduhan sebagai dukun santet, agar masyarakat tetap tertib dan kondudif, “ pungkasnya menutup pembicaraan. (midd)

Berita Terkait Sosial Budaya

1 komentar:

ojee maher mengatakan...

kapan punahnya yg begituan...
2013, masih saja begitu....