"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Tuesday, June 18, 2013

PT HM Sampoerna Terlantarkan Karyawan Kesurupan Masal Yang Meninggal Dunia

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Akibat kesurupan massal puluhan karyawan di Pabrik Rokok Sigaret Kretek Tangan (SKT) PT HM Sampurna di Silo Jember Jawa Timur yang terjadi sebelum diresmikan Kamis (13/6) sudah menelan korban jiwa.

Salah satu korban meninggal adalah Krispanti (21) warga Desa Karang Kedawung Kecamatan Mumbul Sari. Menurut Suami korban Romzi (27) warga Desa Tegal Waru Kecamatan Mayang saat diklarifikasi beberapa wartawan di rumahnya  Selasa (18/6) mengungkapkan bahwa sejak kejadian sampai meninggal dunia, pihak manajement Perusahaan tidak pernah menjengguk, apalagi memberi santunan.

“istri saya awalnya juga korban kesurupan massal di Pabrik Rokok SKT PT HM Sempurna mas. Sampai di rumah sudah kondisi berbeda, tidak ingat siapa-siapa, baik saya sebagai suami, anak dan orang tua, “ katanya

Masih menurut Romzi, “ istri sudah dibawa ke dokter tetapi tidak ada hasil dan suami korban tidak putus asa sampai- sampai datang ke paranormal dan juga beberapa kyai, mereka mengatakan bahwa istrinya memang kerasukan jin/makhluk halus, hingga akhirnya meninggal Sabtu (15/6) yang lalu” imbuhnya.

Saat ini keluarga korban belum mendapat santunan apa-apa dari pihak PT HM Sampoerna.”Dari pabrik katanya masih mengupayakan mas. Tapi saya masih harus disuruh menyiapkan berkas-berkas yang dibutuhkan,“ tambah Romzi

Saat mendengar informasi tersebut beberapa media cetak dan juga elektronik langsung datang ke pihak managemen PT HM Sampoerna dan ingin menanyakan kronologis kejadian kesurupan masal yang sampai menelan korban jiwa bukannya ditemui management, malah yang akan mengambil dokumentasi didalam pabrik rokok dilarang security.

Wartawan yang mau meliput dan ingin bertemu manajemen mengalami kesulitan. karena dihalang-halangi oleh Security / satpam. Menurutnya wartawan  tidak melakukan peliputan didalam area pabrik itu, apalagi mengambil dokumentasi, sampai- sampai terjadi adu argument antara para wartwan dan  security pabrik tersebut.

Tidak itu saja security pabrik tersebut sempat mengancam akan menyita kamera dan juga handycamp yang saat itu digunakan wartawan meliput. Saat ingin menanyakan perihal pertanggung jawaban PT HM Sampoerna terhadap meninggalnya karyawan buruh pabrik.

Namun pihak menejemen tak mau keluar apalagi memberikan pernyataan, lebih disayangkan lagi pihak security menyarankan untuk koordinasi langsung ke Surabaya dan Jakarta (midd)

Berita Terkait Perburuhan

No comments: