"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Sunday, August 18, 2013

Aliansi Masyarakat Peduli Mesir, Gelar Aksi Solidaritas di Bundaran DPRD Jember

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Kondisi Mesir masih mencekam Pasca dikudetanya Presiden Mursi. Namun Tak banyak dunia barat yang selalu mengagung-agungkan Demokrasi dan HAM bertindak  nyata bahkan terkesan cuek.

Mereka hanya terdiam tak bereaksi seolah di Mesir tidak terjadi apa-apa hanya kerusuhan biasa, padahal dunia mencatat ribuan warga muslim Mesir di bantai setiap harinya dan dapat dikatakan  sebagai upaya untuk pemusnahan kaum tertentu / Genoside.

Tak ketinggalan Indonesia yang nota bene  adalah negara yang di dukung Mesir pertama kali saat merdeka 68 tahun silam. Indonesia hanya prihatin, tak ada sikap tegas dan nyata dari pimpinan negeri ini. Untuk itu masyarakat Jember yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Jember Peduli Mesir  menggelar aksi simpatik solidaritas Mesir  Minggu (18/8).

Aksi yang di ikuti ratusan orang tersebut  dilakukan di bundaran DPRD Jember ini sempat memacetkan arus lalin, namun kesigapan petugas keamanan dibantu dengan peserta aksi dapat memperlancar kendaraan yang berlalu lalang.

Komponen masyarakat yang tergabung dalam aksi itu antara lain, Ikadi Jember, Paham Jember, Sekolah Rakyat Jember, ma’had Ibnu Katsir, Elpasi Optima, Islamic Study Club (ISC) Jember, KAMMI Jember, FSLDK Jember, Bulan Sabit merah Indonesia Jember, Salimah Jember dan LPAI Jember.

Dalam Press realeasenya, Aliansi Masyarakat Jember Peduli Mesir menyatakan sikapnya yang terdiri atas 5 poin sebagai berikut :
·         Mendukung sikap ulama sedunia atas seruannya di Dhoha 7  Syawal yang menghimbau kepada seluruh umat ikut protes secara nyata
·         Menginbau kepada kaum muslimin agar melakukan Qunut Nazilah dan Sholat Ghaib sebagaimana di himbau oleh Dewan Masjid Nasional dan PB NU
·         Mengharap kepada seluruh tokoh masyarakat mensosialisasikan kepada masyarakat akan bahaya zionisme dan Amerika yang selalu bersikap standart ganda serta menyengsarakan umat Islam
·         Mengharap kepada para ulama dan tokoh agar mengajak masyarakat untuk doa bersama di alun-alun atau tempat lain demi mendoakan kaum muslimin yang sedang mengahadapi pembantaian
·         Menuntut kepada Pemerintah Indonesia agar Pro Aktif dalam menyelamatkan warga Indonesia di Mesir dan melakukan diplomasi untuk menghentikan pembantian.

Dalam orasinya Rama Anggara perwakilan dari KAMMI Jember mengatakan, “ penggulingan Presiden Mursi yang terpilih secara Demokrasi dengan kudeta militer oleh Jendral Abdul Fattah Al-Sissi mencederai makna dan tujuan Demokrasi itu sendiri. Presiden Mursi dikudeta karena membela  dan memperjuangkan hak-hak bangsa Palestina yang tertindas kaum Yahudi/ zionis Israel. Untuk itu segala upaya dilakukan untuk menggulingkan Presiden Mursi termasuk lewat kudeta militer, “ kata Rama bersemanagt

Masih menurut mantan aktivis kampus ini, “ dunia internasioanal juga tahu ada siapa di balik penggulingan Presiden Mursi itu, ya tak lain siapalagi jika bukan Amerika Serikat dengan antek-entek zionis Israelnya (Yahudi). Untuk itu mari kita semua berdoa dalam setiap ibadah sholat kita agar bangsa Mesir mendapat pertolongan Allah SWT. Serta mendesak pemerintah RI menyampaikan nota keberatan dan bertindak tegas atas pembantaiuan muslim Mesir ini, “ lanjut Rama

Hal senada juga di ungkapkan perwakilan PAHAM Jember  Rozak Ashari, “ Mesir, mengapa kita bela, karena merekalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Republik Indonesia 68 tahun yang lalu, tanpa mereka Indonesia tak dapat mengibarkan merah putih. Oleh karena fakta itulah kita masyarakat Indonesia ikut merasakan kepedihan rakyat Mesir atas tragedi pembantaian yang dilakukan militer setiap hari. Kita dukung dan doakan bangsa Mesir agar cepat keluar dari krisis kemanuasian yang terjadi di sana, “ katanya

Sementara itu tokoh ulama Jember, Ustad H.Khoirul Hadi, LC dalam orasinya, “ kami selaku muslim Indonesia dan Jember khususnya kecewa pada dunia internasioanl. Mana PBB, HAM Internasional, apalagi Amerika Serikat yang selalu mengagung-agungkan Demokrasi dan Hak Asasi Manusia, tapi kenyataannya mereka tidak bertindak tegas hanya ungkapan keprihatinan yang menyebut agar dihentikan perselisihan yang terjadi, “ kata Ustad Khoirul.

Masih menurut  alumni Al-Madinah Internasioanal University, Arab Saudi ini, “ salah satu contoh tragedi kemanusian pembataian rakyat Mesir di salah satu rumah sakit yang terdiri dari anak-anak, orang tua, kaum wanita dan orang sakit dibakar tanpa rasa pri kemanusiaan. Kejadian-kejadian tragedi kemanusiaan yang tak pernah mendapat reaksi dari negara barat yang selalu berkedok Demokrasi dan HAM. Hanya sebagian kecil negara barat yang mengutuk keras bahkan memutus hubungan diplomatik dengan Mesir.

Beberapa negara-negara arab malah mendukung aksi militer pimpinan Jendral Al-Sissi dan menyebut muslim pro Mursi adalah teroris. Atas tragedi kemanusian pembantaian berdarah warga muslim Mesir ini, Aliansi Masyarakat Jember Peduli Mesir  mengajak masyarakat Jember khususnya untuk mendoakan perjuangan bangsa muslim di Mesir maupun Palestina agar tetap kuat dan tabah dalam menghadapi cobaani krisis kemanusiaan yang terjadi saat ini , “ tambah Ustad Khoirul sambil menutup orasi dengan doa bersama peserta aksi. (midd)

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: