"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Saturday, November 2, 2013

Beredar Buku Nikah Palsu Di Kemenag Jember

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Belum tuntas persoalan kurangnya stok buku nikah, kini beredar buku nikah palsu di lembaga Kementerian Agama (Kemenag) Jember. Hal Ini terkuak saat warga mengurus akta kelahiran anaknya.


Terkuaknya Buku Nikah Palsu ini terbongkar saat puluhan warga Desa Suco, Kecamatan Mumbulsari mendatangi KUA setempat meminta penjelasan terkait buku nikah. Warga terkejut karena mengetahui ternyata buku nikah miliknya dinyatakan palsu dan tidak terdaftar dalam buku register.

Mendengar ada buku nikah palsu, warga Desa Suco, Kecamatan Mumbulsari beramai-ramai mendatangi Kantor Urusan Agama (KUA) Mumbulsari Sabtu (2/11). Mereka menuntut kejelasan adanya buku nikah palsu  yang mereka miliki. “Saya ingin meminta kejelasan, karena ternyata buku nikah saya hasil scan-nan dan tidak ada dalam daftar register,” terang Sri Utami sedikit jengkel.  

Salah satu syarat masuk sekolah, anaknya harus mempunyai akta kelahiran. Sedangkan persyaratan utama untuk membuat akta kelahiran adalah adanya buku nikah. Untuk itulah, dirinya meminta keterangan dari KUA setempat. Namun kenyataannya, setelah diurus, ternyata buku nikah miliknya dinyatakan palsu dan belum teregister.

Hal sama dialami Hatip bin Saniyeh, yang telah menikah dengan Busana binti Mat. Buku akta nikah milik pasangan yang umur pernikahannya sudah 21 tahun tersebut, ternyata bukan miliknya.  “Saat dicek, ternyata bukan milik saya. Jadi saya kebingungan yang mau mengurus akta kelahiran anak saya,” terang Hatip saat berada di KUA Mumbulsari, kemarin.

Terkait persoalan tersebut, Kepala KUA Kecamatan Mumbulsari Aksen Nurul Haq menjelaskan, beredarnya buku  nikah palsu tersebut tentu saja sangat mengagetkan dirinya. Sebab, sudah ada 50 orang lebih yang datang ke kantornya dengan keluhan yang sama. (rud)

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: