"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Friday, December 13, 2013

Dilaporkan Coret DPT, Panwas Panggil Ketua PPK

Jember.MAJALAH-GEMPUR.Com. Pencoretan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang dialami staf KPU Jember, Ali Rahmad Yanuardi (29) warga Perum Jember Permai, Lingkungan Krajan Timur, Kelurahan/ Kecamatan Sumbersari, terus berlanjut.

Korban melapor Panitia Pengawas Kabupaten (Panwaskab) Jember karena dicoret dari DPT dengan keterangan hilang ingatan. Atas kejadian itu Yanuar melapor ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Jember Jawa Timur.

Atas laporan Yanuar, Ketua PPK Balung, Nur Hakiki dipanggil Panwaskab untuk dimintai keterangannya. Namun, masih belum bisa menentukan, apakah masuk unsur pidana atau tidak. Pasalnya, Panwaskab masih perlu mempertemukan keduanya untuk dikonfrontir.

“Sangkaannya terhadap terlapor masih belum jelas. Pasalnya, sekarang masih dalam proses Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dari pelapor dan terlapor. Setelah itu, keduanya akan dikonfrontir yang kemudian diplenokan untuk menentukan masalah ini,” Ujar, Devisi Penindakan dan Pelaporan Panwaskab Jember Masyhuri Cholil kepada wartawan Jumat, (13/12).

Seandainya penghilangan hak pilih masuk ke ranah pidana, akan dilimpahkan ke polisi. Bila masuk pelanggaran kode etik, akan diserahkan ke DKPP. Akan tetapi bila masuk pelanggaran administrasi, akan dilimpahkan ke KPU. “Sejauh ini kan masih belum masuk ke pengkajian, apakah masalah ini masuk ke undang-undang No 11 tahun 2008 tentang IT atau undang-undang No 8 tahun 2012 tentang Pileg,” katanya.

Pasalnya terlapor, meurut Masyhuri mengelak telah melakukan penghilangan nama dalam DPT tersebut. Sehingga hasil pemeriksaan tidak bisa langsung memberikan sangkaan sebelum dikonfrontir. Sementara, pelapor menuduh pelakunya Ketua PPK Balung berdasarkan user name dan bukti yang diserahkan.

Saat dikonfermasi wartawan, Ketua PPK Balung Nur Hakiki mengelak tuduhan tersebut. Menurutnya  yang mengetahui pasword bukan hanya dirinya, melainkan semua PPS di Balung juga tahu. Namun dirinya tidak menuduh PPS, untuk itu dia menyerahkan sepenuhnya ke Panwaskab.  “Saya ini jarang membuka internet untuk melihat DPT itu mas. Dan tidak hanya saya yang tahu paswordnya,” Kilah Hakiki.

Diberikan sebelumnya, diketahui dalam history DPT tersebut tertera jelas user name yang melakukan penyaringan dan mengubah statusnya adalah PPK Balung. Sebelumnya dia telah terdaftar di TPS 21. Namun, saat dicek di DPT ternyata namanya telah disaring dengan keterangan hilang ingatan’.  (yond).

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: