"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Wednesday, December 18, 2013

Jadi Korban Sidalih Pemilu 2014, PPK Bersama PPS Lapor Panwas Dan KPU

“PPK Dan PPS berharap KPU bisa merubah kembali yang gila menjadi waras dan yang mati bisa hidup lagi agar kejadian ini tidak meluas dan berdampak bagi PPK dan PPS yang lain” (Ketua PPK Kaliwates Agus Salim)

Jember MAJALAH-GEMPUR.Com. Sejumlah Ketua dan anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) datangi KPU atas pencoretan beberapa nama pemilih dari system Sidalih Pileg 2014.


Pasalnya beberapa nama mereka dan sejumlah warga didalam sistem data pemilih (sidalih) Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2014, masuk dalam kategori hilang ingatan dan meninggal dunia sehingga tidak masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu Tahun 2014. Dengan demikian, mereka terancam akan kehilangan hak pilih dalam Pemilu mendatang.

Pencoretan nama di system sidalih sebelumnya juga terjadi di PPK Balung yang berbuntut dilaporkannya ketua PPK oleh tenaga teknologi informasi KPU, Ali Rahmat Yanuardi ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Jember. Pasalnya dirinya dianggap telah hilang ingatan sehingga dicoret sidalih. Kejadian ini diketemukan Senin (9/12),  saat ia mencoba mengecek namanya sendiri dalam sidalih saat acara KPU Goes to Campus di Universitas Jember

Belum tuntas persoalan ini muncul kembali di beberapa PPK yang lain. Terkuak sebanyak 24 nama yang tersaring, Perubahan status, Hilang Ingatan (Gila) dan Meningal dunia. Dengan perubahan status itu dengan sendirinya tidak memenui syarat sebagai pemilih, dan tercoret dari DPT Pileg 2014.

Atas kejadian itu, mereka yang terdiri dari PPK dan PPS dari Kecamatan Kaliwates, Tanggul, Bangsal Sari, Ajung dan Balung geram dan melaporkan kejadian ini ke Panwaslu dan KPUD Jember.

“Kedatangan kami Ke KPU ini sudah menjadi kesepakatan dengan PPS. Kejadian korban system Sidalih DPT Pemilu Tahun 2014 ini sebelumnya Senin (16/12) juga sudah kami laporkan secara resmi ke Panwaslu, namun hingga kini belum ada tanggapan, kita berharap segera turun rekomendasi dari Panwaskap”  Ungkap Ketua PPK Kaliwates Agus Salim Rabu (18/12).

Agus, berharap kepada Komisioner KPU, bisa bertindak tegas , agar perbuatan ini tidak meluas dan menjadi efek jera bagi yang lain, dan pihak KPU dapatnya segeah merubah yang gila menjadi waras dan yang mati bisa hidup lagi” Harapnya

Menanggapi kejadian ini, Devisi Logistik KPUD Jember, Hanan Kukuh Ratmono Mengatakan sangat mendukung apa yang dilakukan PPK beserta pihak PPS, Karena apa yang dilakukan itu sudah keterlaluan, namun semua itu kita tidak boleh menuduh seseorang biar aparat yang akan melakukan penyididikan, karena mereka yang mempuyai alat dan teknis pengungkapan.

Sementara KPU Kety Tri Setyorini Ketua, Tidak mengira kalau yang dialami Yayan, salah satu petugas Stap IT, yang sebelumnya juga dirubah statusnya hilang ingatan (gila), dengan sendirinya tersaring dan tidak memenui syarat memjadi pemilih dalam peleg mendatang.  

Kety, sebelumnya juga medapatkan laporan  hal yang sama. Yang mejadi korban Hilang Ingatan dan Meninggal Dunia ini , menimpa pada Ketua PPS, dan beberapa Ketua PPK  bahkan Salah satu Kepala Desa serta orang Umum kesemuanya berjumlah 24 nama, Namun Kety, berharap kepada Kepada semua nya tidak menuding tetap menerapkakan praduga tak bersalah Kepada MH, salah satu User yang di pakai mengubah”Tegasnya

Untuk mengantisipasi kejadian serupa Kety menugaskan  kepada Itok Wicaksono Sebagai Devisi Hukum dan Penindakan, Untuk memantau dan berkoordinasi dengan pihak Panwaskap, agar nantinya dapat digunakan sebagai bahan KPU untuk mengambil sikap, Sehingga persoalan ini tidak mengganggu kinerja di jajaran PPK nan PPS,

Sementara pihaknya , juga menunggu Hasil Rekomendasi dari Panwaskap, selanjutnya berjanji segera melakukan Rapat Pleno, sebelum mengambil keputusan yang bisa dipertanggung jawabkan bersama.

Sedangkan bagi Warga Umum yang telah mengetahui namanya tersaring tidak masuk dalam DPT Sidalih, Kami sebagai Komisioner KPU, tidak bisa menghalang – halangi bila akan melaporkan ke penegak hukum ataupun Kepolisian”Pungkasnya. (Edw)

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: