"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Sunday, December 22, 2013

Kesenian Tha-Butha'an, Tradisi Unik Khas Jember Yang Masih Eksis

Kesenian Butha-buthaan, Ondel-ondel has Jember
Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com.  Meski Jember dikenal dunia dengan Jember Fashion Carnival (JFC), peringkat empat dunia. Salah-satu kesenaian tradisional “Tha-butha'an” (Butho-buthoan; jawa red) hingga kini tetap bertahan.


Seni dan budaya lokal, semacam boneka menyerupai wajah raksasa (semacam ondel-ondel di Jakarta; red), has masyarakat Madura Di Jember Jawa Timur ini biasanya ditampilkan saat  acara selamatan, kawinan, sunatan, bersih desa bahkan diacara peringatan Hari Besar Islam dan hari besar Nasional.

Kesenian unik ini berjalan sudah puluhan tahun silam. Seperti halnya kelompok Kesenian Putra Panji Laras, sudah ada sekitar tahun 1950. Penanggung jawab atau pemilik Imam Ghozali (27) merupakan generasi ke -4 di silsilah keluarganya yang mengembangkan kesenian ini.

“Setiap penampilannya jumlah pemain rata-rata sekitar 20 orang, terdiri dari Butha-Buthaan, Sapi-Sapian, Can-Macanan Kaduk, atraksi debus dan pencak. “ Kata pemilik kesenian Imam yang di damping Arif pamannya saat acara selamatan khitanan putra kedua Ketua LSM GCW Andhy Sungkono di Arjasa Minggu (22/12).

Agar pementasan dapat berjalan lancar dan tidak ada halangan saat pementasan, sebelum hari H, dilakukan puasa terlebih dahulu “Sebelum pementasan kami melakukan ritual puasa. Untuk ritual khusus kami kukannya setiap malam Jum’at”. Tambah Imam

Sebelum di mulainya acara, mata dari Butha-Buthaan ditutup dengan kain dan setelah selesai matanya juga ditutup kembali karena sudah “di isi” dengan roh halus. Saat acara tampak pemain melakukan atraksi debus seperti makan bola lampu, beling, menguliti buah kelapa dengan gigi dan sebagainya.

Pihak keluarga mulai dari nenek moyang tidak melarang ahli waris anak keturunanya untuk bekerja di lainnya, namun yang terpenting tradisi kesenian tradisional tidak boleh dilupakan apalagi sampai hilang karena merupakan warisan nenek moyang turun temurun dan budaya kesenian tradisional local Jember.

Masyarakat yang mengundang atau memean kelompok kesenian ini hampir menyebar di seluruh wilayah Jember dan paling jauh Sempolan. Pengalaman paling berkesan waktu di Sempolan saat kelompoknya di tanggap oleh salah satu ponpes di wilayah Sempolan Silo. Mereka tidak tahu jika Jember memiliki kesenian tradisional local seperti yang dimainkan kelompoknya.

Sementara itu Andhy Sungkono selaku pihak pengundang mengatakan, “ya ini kebetulan anak kedua saya yang baru di khitan minta supaya ada acara butha-buthan ya namanya anak mas jika tidak dituruti kasihan alhamdulilah bisa dilaksanakan dan semuanaya lancar,hitung-hitung mengenalkan kesenian tradisional pada masyarakat yang belum tahu, “tuturnya. (midd)

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: