"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Thursday, December 12, 2013

Petani Tembakau Naos, Terpilih Aklamasi Dalam Muscab Paripurna APTI Jember

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Asosiasi Pentani Tembakau Indonesia (APTI) Jember gelar Musyawarah Paripurna. Ketua Asosiasi Petani Tembakau Naus, Swarno terpilih secara aklamasi dalam rapat yang digelar di Jenggawah.


Pemilihan yang diikuti sekitar 60 petani dari tiga kelompok yaitu Asosiasi Petani Tembakau Naus (APTNO), Asosiasi Petani Tembakau Kasturi (APTK) dan Asosiasi Petani Tembakau Rajang (APTR) Rengganis ini dikarenakan ketua pengurus lama yang terpilih sekitar setahun setengah lalu dinilai fakum.

Musyawarah ini digelar lantaran kepengurusan lama, tidak pernah melakukan  aktifitas sama sekali. “Sejak dibentuk satu tahun setengah lalu sampai sekarang ketua tidak pernah melakukan koordinasi, bahkan rapat sekalipun dengan pengurus” Demikian kata sekretaris APTR Senandianto Kamis (12/12).

Pendapat yang sama juga disampaikan Pengurus Asosiasi Petani Tembakau Kasturi  dan Naos.  Seperti yang dikatakan  Ketua APTK Abdurahman dan ketua APTNO, Suwarno.  Menurut Abdurahman rapat ini digelar semata-mata hanya untuk menghidupkan kembali organisasi.

Untuk itu kami bersama dua organisasi tembakau yang lain sepakat menggelar Rapat Paripurna agar kegelisahan petani atas beberapa persoalan yang muncul dapat disalurkan melalui organisasi.  Sehingga organisasi ini kedepan akan lebih baik lagi” tuturnya.

Kefakuman APTI Jember dibenarkan Ketua Devisi Organisasi APTI Nas, Soeseno. Ketiga organisasi pemangku kepentingan (APTR, APTK dan APTNO) mengirim surat ke DPN untuk melakukan Musyawarah ini. Dalam ART memungkinkan dilakukan Musyawarah Paripurna yang diatur dalam Pasal 13 dan 19 yang berfungsi melakukan evaluasi pengurus di DPC untuk melakukan penyegaran pengurus.

Musyawarah Cabang Paripurna yang dipimpin Ketua Devisi Organiasi Soeseno yang didampingi Ketua Umum APTI Nasional Abdus Setiawan, Ketua APTNU Suwarno terpilih secara aklamasi dalam musyawarah tersebut tim formatur yang terdiri dari 5 orang terdiri dari ketua terpilih, Ketua DPN, perwakilan APTR, perwakilan  APTK dan perwakilan APTNU berhasil menyusun kepengurusan APTI tahun 2013-2018,

Ketua terpilih  APTI Jember, Suwarno  saat ditanya MAJALAH-GEMPUR.Com. dirinya bertekat agar APTI benar-benar bersama petani tembakau “Saya ingin APTI betul betul bersama petani dengan melakukan komunikasi dan koordinasi, baik dengan sesama petani maupun dengan steak holder” katanya

Kami juga ingin meningkatkan mutu dan produksi tembakau, mengawal petani dengan melakukan pendampingan dan advokasi persoalan petani baik dari segi harga, penjualan tembakau, pengawasan grider maupun anggaran Cukai, agar petani betul-betul bisa diuntungkan sehingga penghasilan petani meningkat.

Khusus polemic greader, Warno mengatakan bahwa petani memang mengeluhkan. Sebenarnya saat kita melakukan aksi tahun lalu, Bupati Jember sepakat dan mau mengeluarkan SK pengawasan, namun ternyata sampai saat ini belum kita pegang. langkah langkah kami sebagai APTI terpilih akan menindak lanjuti bersama temen temen menghadap bupati. Pungkasnya

Sementara Ketua Umum DPN APTI Nas, Abdus Setiawan mengingatkan kepada  pengurus baru agar tidak berafiliasi dengan partai politik manapun agar tidak menjadi kerdil dan tercerai berai. Yang paling penting menurutnya adalah pengkaderan.  Pertemuan rutin dan silaturahmi itulah kunci jawabannya.

“Jadikan DPC APTI Kabupaten Jember yang selama ini dikenal sebagai daun emasnya dan menjadi pusat pertembakauan dunia ini, sebagai garda terdepan organisai percontohan bagi organisasi pertembakauan di seluruh Indonesia”  Harapnya.

 Dalam kesempatan tersebut Abdus juga berharap agar APTI nantinya dapat mandiri, sehingga dalam menjalankan roda organisasi tidak lagi tergantung  orang lain. Untuk itu pengurus terpilih agar mengagendakan program pendirian Koperasi petani tembakau,  Harap Ketum APTI Asal Jember ini. (eros/yond/rud).

Berita Terkait Pertanian

No comments: