"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Sunday, December 15, 2013

Polres Banyuwangi, Bertekad Berantas "Pekat" Penyakit Masyarakat

Banyuwangi, MAJALAH-GEMPUR.Com.  Kapolres bertekat berantas penyakit masyarakat (Pekat); Miras, PSK dan perjudian. Pihaknya akan terus melakukan razia, termasuk akan mengevaluasi anggotanya yang nakal.


Selama kurun waktu hampir 3 bulan, ribuan botol miras dalam berbagai bentuk dan kemasan berikut obat-obatan terlarang telah dimusnakan. Hal serupa terkait hasil razia dan tangkapan selama kurun kepemimpinannya juga akan dilakukan pada Selasa (17/12)

”Seluruh elemen masyarakat, baik Ormas kepemudaan maupun keagamaan beserta jajaran Forpimda akan kami undang untuk menyaksikan”. Demikian ditegaskan Kapolres Banyuwangi AKBP Yusuf, SH.M.Hum dalam silaturohim dengan Front Pembela Islam (FPI), yang dikomandani Ustadz Drs. H. Agus Iskandar, sekitar pukul 20.00 hingga 21.30 Minggu malam (15/12).

Bahkan Kapolres yang didampingi Kasat Sabhara AKP Sudarmadji, SH, Kasat Intelkam AKP Sofwan, SH dan Kasat Resnarkoba AKP DRs. Agung Setyobudi, SH akan mengevaluasi anggotanya  “Sejak penutupan lokalisasi diwilayahnya, ternyata masih ada Sembilan (9) Kecamatan yang kebobolan dan tetap terjadi praktek layanan Pekerja Seks Komersial (PSK). Untuk hal ini, Kapolsek dan Kanitreskrimnya akan kami evaluasi,” tuturnya.

Berbagai persoalan yang muncul, menurut apolres berasal dari grass root (bawah), Desa atau Kelurahan.  Untuk itu butuh peran lembaga terkait maupun masyarakat Penyelesaian awal butuh peran Sinergitas Tiga Pilar paling bawah, yakni Kepala Desa, Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Kecuali memang permasalahannya tidak bisa selesai, barulah masuk ranah hukum. Kata Kapolres

Menanggapi pertanyaan Kyai Hanan, adanya oknum anggota polisi yang ‘macak’ sebagai debt collector ditindak. Bahkan Kyai sepuh itu juga menyatakan disekitar jalan Ponpes asuhannya di Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi, masih ada kelompok pemuda mabuk-mabukan yang disertai perjudian. Ironisnya, diduga ada anggota Polres yang mengetahuinya tetapi mendiamkan dan justeru terkesan membekingi. Dalam hal ini, Kapolres berjanji akan menjadikan atensi dan akan menurunkan timnya guna memberikan tindakan.

Pantauan MAJALAH-GEMPUR.Com. acara silaturrahmi antara Fron Pembela Islam (FPI) yang dipimpin ketua FPI Banyuwangi Ustadz Drs. H. Agus Iskandar dan ketua Dewan Syuro FPI Kyai Hanan berjalan cukup gayeng. Meski ada pernyataan yang sempat menyinggung, Kapolres menanggapinya dengan bijak.

Demikian juga pada saat menjawab pertanyaaan pada sesi dialog yang dipandu sekretaris FPI, Yuda. Kapolres AKBP Yusuf, SH.M.Hum, dengan sabar dan berjiwa besar memberikan jawaban menangani penanganan sekian banyak persoalan sekaligus menjelaskan tugas pokok serta fungsi Polri.

“Terimakasih atas kepedulian dan perhatian Bapak-Bapak serta saudara-saudara dengan kinerja kami, yang pasti institusi tidak pernah memerintahkan dan menugaskan tidak bener. Kami akui pasti ada anggota yang melakukan kesalalahan. Tetapi itu hanyalah kelakuan persoon (perseorangan), yang pasti laporan Kyai akan kita tindak lanjuti,” janjinya. (Hakim Said/Dedy)

Berita Terkait Politik dan Hukum