"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Wednesday, December 4, 2013

Puluhan Wartawan Diusir Saat Liputan Pelantikan Kepala Desa Di Pemkab Jember

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Lagi-lagi tindakan menghalang-halangi tugas jurnalistik kembali terjadi di Jember. Setelah wartawan NetTV diusir di Dinas Pendidikan, kali ini pengusiran terjadi di Aula Pemkab Jember Jawa Timur.


Bahkan beberapa wartawan yang hendak melakukan peliputan pelantikan Kepala Desa di aula Pendopo pendapa Wahya Wibawagraha Kabupaten Jember Rabu (4/12), diusir hingga dua kali. 

Pengusiran pertama terjadi pada puluhan wartawan yang akan masuk sekitar pukul 10.00. Sedangkan pengusiran kedua terjadi sekitar jam 10.15 kepada 3 wartawan yang sudah masuk di Aula, ketika sebelum acara pelantikan dimulai.

Menurut Didik Sudjoko wartawan Koran Bharata Pos bahwa pengusiran pertama terjadi saat dirinya bersama puluhan wartawan saat hendak menaiki tangga Aula Pendopo, sampai pintu gerbang aula disuruh keluar oleh petugas Satpol PP yang di pimpin Kasi Operasioanal Satpol PP Kardjono.

Menurut Didik saat di klarifikasi rekan wartawan lain mengaku, “saya dilarang masuk karena tidak membawa surat undangan resmi. "Ini kan aneh, pelantikan tahap pertama dan kedua tidak ada masalah, kita bebas liputan.. Orang itu yang mengusir saya (sambil menunjuk ke aras Kardjono Kasi Ops Pol PP) “ dengan nada kesa

Pengusiran kedua terjadi pada Wartawan dan fotografer Koran Radar Jember (Jawa Post Grub), Rully dan Arimac  Wilander serta reporter  RRI Budi Muin Sucahyono. Ketiga wartawan yang sudah masuk dalam ruangan sempat di seret keluar dengan kasar oleh petugas diruangan tersebut. Mereka di larang meliput  dengan alasan tidak membawa surat undangan.

Kasi Operasional Satpol PP Kardjono saat di konfirmasi sejumlah wartawan membantah pengusiran terhadap wartawan dengan alasan tidak membawa surat undangan “tidak… tidak benar ada pengusiran wartawan, mereka kan mau liputan, ya silahkan asalkan menunjukkan kartu pers ga ada masalah, mungkin tadi anggota salah paham mas  ya kami mohon maaf“ kata Kardjono.

Di tempat terpisah Asisten I Tata Praja Sigit Akbari saat di konfirmasi wartawan mengatakan “ kemarin Selasa (3/12) kami rapat mas  terkait pelaksanaan pelantikan Pilkades yang rencananya hari Jum’at namun bapak (Bupati Jember) mintanya hari ini Rabu (4/12) ya kami siapkan termasuk mengundang Camat 12 orang, Pemdes, Satpol PP dan Polres Jember untuk pengamanan, “ katanya

Masih menurut mantan Camat Kaliwates ini “untuk masalah undangan memang kami batasi tapi itu khusus untuk keluarga saja mas kami batasi 7 orang, bukan pers atau wartawan. Malah kami ingin agar wartawan meliput seluas-luasnya dan sebanyak-banyaknya karena Pilkades tahap ketiga ini lancar dan tidak ada masalah hokum, “ jelas Sigit.

Sigit menambahkan akan mengklarifikasi kepada Kasi Operasional Satpol PP Kardjono kenapa ada pelarangan liputan kepada wartawan saat pelantikan Kepala Desa di Pendopo kabupaten“Jika memang tadi sampai Bupati DJalal tahu ada pengusiran dan pelarangan wartawan saat bertugas pasti saya duluan yang  di panggil mas, ya saya mohon jangan diperpanjang, “Pinta Sigit kepada wartawan.

Sementara Kabag Humas Pemkab Jember Sandi Suward melalui Wartawan RRI Jember Mu’in yang diapload dalam akun facebooknya, minta persoalan ini tidak dibesar-besarkan "saya minta maaf atas pengusiran 3 wartawan yang di acara pelantikan kades tadi siang dan mohon persoalan ini tidak diperpanjang agar tidak menimbulkan konflik ," ungkap Kabag Humas Pemkab Jember Sandi Suward. (midd).

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: