"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Saturday, December 7, 2013

Teater keliling, Soroti Kebiasaan Masyarakat Membuang Sampah Di Sungai

Jember.MAJALAH-GEMPUR.Com. Pementasan Teater Keliling asal Jakarta di halaman SMA Pancasila Ambulu dengan tema “Sampah Masyarakat” Sabtu (7/12) malam menyoroti pencemaran sungai yang marak terjadi di sejumlah daerah.

Pementasan Teater yang disutradarai Rudolf Puspa mengambil lakon “Sampah Masyarakat” menceritakan kegalauan penghuni sungai, atas banyak nya sampah yang di buang ke sungai oleh tangan tangan manusia yang tak bertanggung jawab.

Tujuan atau misi  lakon tersebut agar masyarakat Indonesia mengerti bahwa menjaga kebersihan sungai sangat lah penting, baik untuk penghuni sungai maupun untuk masyarakat.

Group teatrikal pimpinan Ir. Derry Sirna yang pernah mendapatkan rekor muri kategori pementasan terbanyak  tersebut, kali ini berkolaborasi dengan teater local “ Teataer Terapy “ . Sembilan pemain dari group teather keliling  memerankan katak, ikan, cumi-cumi dan pak pancing.

Dikisahkan seorang pemancing  sedang mencari ikan di sebuah sungai. Pada saat itu, datanglah seekor katak yang diperankan oleh empat orang dari Jakarta. Begitu pak pancing mendapat ikan, yang diperankan oleh seorang actor cantik, ke empat katakpun ikut keluar.

Disitulah terjadi perbincangan panjang lebar. Sementara, keadaan ikan yang berhasil ditangkap oleh kail pemancing dalam keadaan sakit.  Wal hasil, katak dan Pak Pancing berdiskusi asal-muasal penyebab ikan tersebut sakit.

Selang beberapa menit, air yang diilustrasikan dengan kain berwarna hitam yang didalamnya ada empat orang itu, juga mengerang kesakitan. Ternyata rasa sakit itu diakibatkan karena banyaknya sampah sehingga berakibat air menjadi hitam.

Pertunjukkan teather di halaman SMA pahlawan tersebut bukan hanya di saksikan oleh siswa sekolah tetapi juga masyarakat umum. Penonton yang yang menikmati pementasan ini seperti terhipnotis, situasinyapun terasa lengang, hanya sesekali terdengar apresiasi dari penonton,

Tujuan pementasan ini menurut Ketua Teater keliling I derry Sirna saat di Tanya wartawan berharap agar masyarakat indonesia tidak sembarangan membuang sampah. “agar masyarakat mengerti akan pentingnya menjaga kebersihan untuk kesehatan dirinya maupun masyarakat.

Terkait teather ini  dilaksanakan di halaman sekolah?  “kami ingin menumbuhkan minat dan bakat para siswa agar lebih ter-asah. Dengan bermain teater, dapat dijadikan sebagai bentuk kritik yang terarah ” Terang orang asal Solo, Jawa Tengah ini. (rud )

Berita Terkait Hiburan

1 comment:

Lukman Nulhakiem said...

Kritik dan mengedukasi masyarakat melalui kesenian memang salah satu cara yang cukup efektif. Kita perhatikan sejarah bagaimana para wali songo dalam menyebarkan kebaikan dengan menggunakan media kesenian seperti ini.

Hasilnya bisa kita lihat, selain efektif, ternyata begitu banyak hasil karya seni mereka yang tetap hidup.

Sehingga pesan para wali songo tetap terjaga hingga sekarang.