"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Monday, December 2, 2013

Tercemar Tambak Udang. Air Sumur Warga Tak Dapat Dikonsumsi

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Akibat resapan air payau dari tambak udang, air sumur dan lahan pertanian di Dusun jeni Desa kepanjen kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember tercemar. Akibatnya tidak dapat dikonsumsi.

Keberadaan tambak udang di Blok Liris, Dusun Jeni yang semakin meluas resahkan warga sekitar. Pasalnya Puluhan sumur di dusun sekitar sepuluh tahun ini terkontaminasi air payau yang berasal dari tambak yang sekarang  semakin mendekati pemukiman warga.

Akibat resapan air payau tersebut sekitar 60 sumur yang berada di dusun ini tidak dapat dikonsumsi dan di gunakan untuk keperluan sehari – hari seperti memasak dan minum,di karenakan air terasa asin dan berwarna kuning , sehingga warga terpaksa harus mengambil air untuk memasak dan minum di dusun sumbersari, dusun tetangga yang  tak jauh dari dusun jeni.

Kasiyah (73) warga Dusun Jeni, mengatakan bahwasannya air sumur yang berada di depan rumahnya hanya bisa dipakai untuk mencuci piring saja sedangkan untuk memasak setiap hari, kasiyah menyuruh anaknya  untuk mengambil air di dusun sebelah “ Kalau untuk memasak kami ambil di sumbersari mas, karena air sumur saya bila digunakan untuk memasak berubah warna menjadi warna kuning “ ujarnya kepada wartawan Senin (2/11).

Sementara Ditempat  terpisah Mahfud ( 45 ) yang sumurnya juga terkontaminasi , menerangkan bahwa air sumur warga tak dapat di konsumsi sudah berjalan sekitar 10 tahun lebih, sejak tahun 1996, yang mana ketika kelep yang berfungsi sebagai keluar masuknya air biasa dan payau yang dibangun untuk kepentingan tambak yang luasnya sekitar 53 hektar tersebut jebol

“Sejak itu air sumur sudah tak dapat di gunakan mas sampai sekarang, tiba-tiba asin dan berwarna kuning, kami mengetahui nya setelah air kami gunakan untuk memasak nasi,  warna air berubah menjadi  kuning, dulunya air tidak mas biasa biasa saja “ ujarnya.

Mahfut juga menambahkan menurutnya Bukan hanya air sumur yang terkontaminasi, tetapi lahan pertanian pun yang kurang lebih seluas 400 hektar juga terkontaminasi, sehingga tanah tidak subur dan tidak bisa ditanami.

Terkait kondisi yang di alami warga jeni pemerintah setempat sudah mengetahuinya “ kondisi ini sudah di laporkan mas  baik ke pemerintah ataupun ke wakil rakyat Namun ternyata tidak ada tindakan nyata dari pemerintah setempat sampai sekarang “ tambah mahfut. (rud)

Berita Terkait Lingkungan

No comments: