"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Monday, January 27, 2014

Pemagaran Stasiun PT KAI Tanggul, Masih Menyisakan Masalah

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Pemagaran stasiun Kereta Api Tanggul Jember, masih menyisahkan masalah. Salah-satu keluarga Habib Sholeh dan beberapa masyarakat masih keberatan mengenai batas pagar yang akan dibangun.


Untuk mencari solosi antara keluarga Habib Sholeh dengan pihak PT KAI terkait pembangunan pagar yang akan di mulai Minggu 10 Pebruari 2014 kembali digelar rapat koordinasi yang bertempat di pendopo kecamatan Tanggul difasilitasi oleh Camat.

Pertemuan kali kedua yang dilaksanakan sekitar jam 14.00 Wib Senen (27/01), yang dipipin Kapolres Jember AKBP Awang .J.R, hanya dihadiri unsur Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember di wakili Sekda Sugiarto dan Asisten , perwakilan Kodim, muspika Kecamatan Tanggul dan pihak PTKAI bersama stafnya.

Ketua DPRD Jember Saptono Yusuf dan Ormas Islam Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU), Gus Aab dan ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jember, Halim Subhar dam  beberapa Tokoh masyarakat dalam pertemuan pertama mengikuti rapat, kali ini tidak tampak.

Sedangkan dari pihak keluarga habib Sholeh (Alm), hanya dihadiri dua orang yaitu habib Taufik dan Habib Indrus, Sementara Habib Haedar yang sebelumnya meminta agar pembagunan pagar disisakan 4 Meter dari Makam Habib Sholeh, tidak hadir, pasalnya Habib Muhdhor masih berada diluar kota.

Tidak banyak perdebatan sebagaimana sebelumnya, ada 10 Item kesepakatan, salah satu poin ditentang  Cucu Habib Sholeh dari putra habib muhammad bernama Habib soleh. Dalam  item nomer 1 bahwasannya Keluarga besar Habib Sholeh menyatakan setuju dengan Pemagaran stasiun, itu pernyataan yang salah

"Pernyataan keluarga besar itu artinya semua keluarga besar Habib soleh (Alm) setuju, padahal beberapa keluarga lainnya tidak setuju, kalau pernyataan secara pribadi dari yang hadir mungkin itu benar, tetapi kalau menyebut keluarga besar setuju saya tidak sepakat dan itu tidak benar, memang di keluarga besar ada dua pendapat, setuju dan tidak setuju " tutur habib soleh saat di temui di rumahnya usai pertemuan.

Habib soleh menambahkan bahwa pihaknya bukannya tidak setuju, tetapi hanya meminta agar pemagaran itu tidak sampai menutup tempat parkir "Kami hanya meminta kok mas, karena tanah ini milik negara, dan milik negara juga milik rakyat artinya di peruntukkan untuk kesejahteraan rakyat/warga negara, kami akan berjuang terus mas sampai di mana, dan yang lebih penting lagi pertemuan yang di hadiri hanya dua orang saya kira tidak bisa di katakan mewakili keluarga besar dan masyarakat, jelas ini pertemuan pribadi bukan pertemuan musyawaroh " tegsnya  

Sementara di tempat terpisah tokoh masyarakat setempat Hasan (57) yang juga ketua Rw.4 dusun krajan desa tanggul kulon, bersama Holili tokoh pemuda menyatakan warga tetap menolak kalau Batas pagar  masih tetap seperti  yang di sudah rencanakan oleh pihak PTKAI   
 
"Kami tetap menolak mas, jika pihak PT KAI masih tetap membangun pagar sesuai yang direncanakan, kami sebenarnya hanya meminta agar pagar dibangun 1 meter dari Timbangan. Jika masih tetap memaksa, kami tidak tahu jika nanti terjadi sesuatu yang tidak kita  inginkan " katanya. (Yond)

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: