"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Friday, January 3, 2014

PJTKI Cuci Tangan Hilangnya TKW Di Malaysia

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com.  Sejak tiga tahun lalu sampai saat ini, istri Jupriyanto (35 ), yang merubah nasibnya ke Malaysia melalui PJTKI PT Mapan Samudra Jaya yang berkantor di Jalan Bungur Gebang Jember, tak ada kabar beritanya.  


Nasib tragis ini dialami Dianatul Kolidah, (26), TKI Asal Jember, warga Dusun Bataan, Desa Candijati, Kecamatan Arjasa yang berniat memperbaiki ekonomi keluarganya ke luar negeri melalui PT Mafan Samodra Jaya No, Siup PPTKIS, Kep 45/MEN/I/2007, Reg 1737/KP/PPTKLN/I/2007 yang beralalamt di Jl, Bungur 127 RT 02/RW03, Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang.

Bukan tanpa upaya mendapatkan kabar posisi dan kondisi istrinya, bahkan  menurut suaminya, sudah berkali-kali mendatangi dan menanyakan ke PT Mapan Samudra Jaya tempat istrinya berangkat, Namun, jawabanya tidak pernah memuaskan. Hal inilah yang membuatnya kecewa.

“Saya sudah lima kali mas, saya mendatangi PT yang memberangkatkan istri saya tersebut, namun saya hanya diminta sabar dan sabar saja oleh PT Mapan Samudra Jaya, tanpa ada penjelasan apapun. Kasihan anak saya selalu bertanya tentang ibunya,” tuturnya Jumat (3/1)

Pihaknya pun menuntut pertanggung jawaban PT yang memberangkatkan tersebut dan meminta pemerintah agar turun menangani kasusnya itu agar istrinya secepatnya bisa kembali lagi kerumah dan berkumpul bersama keluarga seperti dulu. “Saya tahunya dulu yang memberangkatkan PT Mapan Samudera Jaya. Yang jelas saya minta pertanggung jawaban supaya istri saya segera dipulangkan,” tegas Jupriyanto.

Berdasarkan penuturan Jupri kepada beberapa media, bahwa dirinya yang hidup bersama Anak semata wayangnya yang bernama Siti Arina Febrianti (8) ditinggal istrinya menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) Ke Malasia, sekitar Tanggal 5 Maret 2011.

Sekitar awal bulan Maret 2011, keluarganya didatangi orang dari PT itu menawari pekerjaan di Malaysia. Jupri sempat keberatan, apalagi anaknya masih kecil dan duduk di bangku TK, karena masih membutuhkan kasih sayang ibunya. Namun, orang itu bilang kerjanya cuma sebentar. Hanya dua tahun,” jelas Jupri.

Setelah mempertimbangkan dengan matang, akhirnya sang istri ikut berangkat ke PT Mapan Samudra itu. Saat itu, Dian dijanjikan bekerja di sebuah restaurant di Malaysia. Saat berangkat, sang istri hanya berpesan kepadanya agar merawat anaknya dan harus tetap sekolah dan mengaji agar bisa pintar.

Sejak dibawa PT tersebut dirinya sama sekali tidak tahu kabar dari istrinya. Jika nanti genap bulan Maret, maka sudah tiga tahun istrinya meninggalkan rumah dan ikut PT tersebut. “Jangankan uang kiriman, kabarnya saja sudah tidak tahu,” tutur Jupri.

Hal senada disampaiakan Yudi adik korban. Menurut Yudi sejak delapan bulan pemberangkatanya, dirinya sudah menanyakan ke Seketaris, mendapatakan jawaban untuk bersabar. Kami terus menanyakan karena teman yang berangakat bersama sudah pulang delapan bulan yang lalu.

Sementara Sujiati, bendahara PT. Mapan Samudra Jaya, mengaku bahwa Kholida kabur.  Pihak nya mendapatkan Informasi dari Majikan di Malasya, kalau yang besangkutan yang menjadi pembantu rumah tangga, telah kabur, dan hanya sempat bekerja dua bulan saja.

Kaburnya Kholida sudah pernah disampaikan ke pihak keluarga. “Saya sudah ngasih tau kalau Dian (panggilan Dianatul Kholida) itu kabur dari majikannya di Malaysia,” ungkap Sujiati saat ditemui sejumlah wartawan di rumahnya di Jl. Manggar 27, Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang.


Pihak PT Mafan Samodra Jaya, tidak bisa mencari keberadaanya Karena bersama seorang laki-laki dan informasi ini sudah di kabarkan lewat PL (Anshori), untuk diteruskan ke Keluarganya. Sujiati mengaku tak bisa berbuat banyak. Pasalnya, jika TKW kabur dari majikan, itu sudah bukan tanggung jawab pihak PT. ” Terangnya

Yang menarik, pernyataan Sujiati itu dibantah oleh Jupriyanto. “Saya gak pernah dikabari kok, baru kali ini, saya kesini yang ke enam kalinya ini kami mendapatkan penjelasan, bahwa Dianatul Holidah kabur dari majikanya” Ujar Jupriyanto, yang saat itu menemui langsung Sujiati.

Ketua LSM Pasti, Jali beharap bagaimanapun juga PT Mafan Samodra Jaya tetap harus bertanggung jawab mencari keberadaan Dianatul Holidah, tidak boleh melepas tanggung jawab begitu saja, karena menyangkut nasib seseorang.

Sementar Kepala Disnakertrans H Hariadi yang dihubungi lewat telephone ponselnya, Bahwa tidak mengenal keberadaan PT Mafan Samodra Jaya, dalam bidang PJTKI, dan masih berjanji untuk mencari Dokumen, terakhir kapan memperbaruai Perizinannya. (Edw)

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: