"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Sunday, February 2, 2014

Dianggap Pemicu Banjir, Puluan Warga Protes Pengembang Perum Regency

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Puluhan Warga RT 03, Lingkungan Patrang Tengah  Patrang Jember Minggu (2/2) melakukan aksi Demo menolak Penggalian Sodetan sungai yang di lakukan Pegembang Perumahan Regency ,

Abdul Wahit, Ketua RT 03, bersama puluan warganya, merangsek mendekati Alat berat (Bego), agar menghentikan Mesinnya, ia menganggaap yang dilakun pihak pengembang selama ini tidak pernah mengajak musyawarah warganya.

Wahit  menjelaskan, bahwa lingkungan yang ia tempati setiap tahunnya sejak ada perumahan mulai tahun, 2010 sering mengalami banjir, pada tahun 2013 lalu juga bajir setingi 2 Meter, “Kami bersama warga tetap menolaknya adanya perumahan,”Tegasnya

Hal senada disampaikan ketua RW 06, Siswanto, Semenjak penutupan sungai daerahnya menjadi langganan banjir, “Sudetan sungai yang dibuat pengembang mendekati pemukiman warga, jarak sungai lama yang jauh dari pemukiman warga saja kadang banjir, lha sekarang kok malah ditutup dan dibuatkan sudetan baru, jelas kami menolaknya ”tegas Siswanto

Masih kata Siswanto, sehari sebelumnya warga sudah melakukan protes, dan sempat membawa persoalan ke polsek agar ada perbuatan anarkis yang dilakukan warga, namun belum menemui kesepakatan, sementara dari pihak pengembang terus melakukan pekerjaan pengerukan dilokasi, “Kami tidak ingin ada aksi warga yang berbuat anarkhis, makanya diadakan pertemuan kedua belah pihak,” ujar Siswanto lagi  

Siswanto juga berharap kepada pihak yang terkait dalam hal ini seperti Dinas PU Pengairan dan PU Cipta Karya untuk menindak lanjuti, “Sebelum Dinas Pengairan dan Dinas Cipta Karya mengeluarkan perijinanya harus di musyawarahkan warga terlebih dahulu, sebelum melakukan pekerjaan “Pungkasnya

Sementara Kepala Dinas P.U Pengairan Djoko Santoso, saat dikonfirmasi wartawan lewat ponselnya, mengatakan bahwa pihaknya belum meberikan ijin pemindahan sungai, “Kami belum mengeluarkan perijinan terkait pemindahan sungai tersebut, sebab dalam pemindahan aliran sungai syaratnya tidak mudah dan harus dilakukan kajian mendalam dulu sebelumnya” ujarnya melalui Telepon Selulernya

Djoko berjanji akan melakukan koordinasi dengan UPTD Pengairan Patrang, supaya masyarakat juga tidak di rugikan dengan adanya pengalian sunga. (edw)

Berita Terkait Lingkungan

No comments: