"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Monday, February 10, 2014

Meski sempat Ditentang, Pemagaran Stasiun PT KAI Tanggul Berjalan Aman

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Pemagaran Stasiun Kereta Api Tanggul Jember Jawa timur yang awalnya dikhawatirkan akan terjadi gesekan antara pihak PT KAI dengan keluarga Habib Sholeh dan beberapa warga, berlangsung aman dan lancar.


Meski pembangunan pagar pembatas oleh PT KAI Daops 9 pada pukul 09.30 Wib, (10/2) sempat terjadi insiden kecil dari warga, tidak menyurutkan PT KAI melanjutkan pengerjaan pagar pembatas yang dibuat melengkung pada jarak 400 Meter dari beton tersebut.

Protes dilakukan lantaran jalannya menjadi sempit sehingga tidak bisa dilewati dua mobil.  Disamping itu pemasangan pagar dianggap terlalu merangsek ke pemukiman warga yang berjumlah kurang lebih ada 60 orang. warga meminta agar jangan terlalu dekat sama rumah tinggalnya. Demikian kata Haji Umamah dan Haji Yusuf .

Menanngapi protes warga tersebut, Daops IX Jember Sugeng Turnianto menegaskan pemagaran pagar pembatas tetap akan diteruskan, pasalnya rencana ini sudah dikoordinasikan dengan semua pihak, termasuk keluarga Habib Sholeh yang disampaikan Cucu nya, Habib Muksin Bin Umar Assiry.menerima yang diinginkan PT KAI.

Sugeng, menjelaskan bahwa pembangunan pagar 11 meter dari As Rel sudah sesuai petunjuk tekhnis PT KAI. Pelaksanaan pembangunan, diperkirakan selesai 6 hari, namum kita jadwalkan 10 hari ,” ujar Sugeng.

Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, ratusan personil kepolisian, TNI, dan Satpol PP, Senin (10/2) diterjunkan ke lokasi. “Kami sudah siapkan personil 5 SSK (Satuan Setara Kompi) anggota Polres dan Polsek, 1 SSK Brimob, serta 2 SSP Kodim,” ungkap Kapolres Jember AKBP Awang Joko Rumitro SIK M.Si.

Sesuai permintaan PT. KAI, lanjut Awang, selama kegiatan pemagaran berlangsung yang diperkirakan memakan waktu 10 hari kedepan, pihaknya akan terus melakukan pengamanan dilokasi tersebut.

Awang mengaku sebelumnya sudah melakukan tindakan preventif dengan mempertemukan Forpimda, keluarga habib Sholeh, tokoh masyarakat, serta pihak PT.KAI. “sudah ada butir-butir kesepakatan yang sudah saling dimengerti, ” ujar Awang.

Melihat situasi yang cukup kondusif, Awang mengaku kemungkinan akan menarik sebagian pasukannya. “Karena memang ada kesepakatan dari keluarga almarhum habib sholeh dan setuju dengan pemagaran, saya rasa pasukan bisa kami kurangi sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Salah satu kesepakatan yang disetujui, adalah pagar akan diberi ventilasi. Sehingga warga diselatan stasiun masih bisa melihat suasana stasiun. Selain itu, pagar juga akan dipasang pintu dua meter supaya warga yang ingin ke makam Habib Sholeh lewat stasiun tidak usah memutar jalan.

Satu cucu Almarhum Habib Sholeh, Habib Muchsin membenarkan dirinya mendukung pemagaran tersebut. “Sudah kesepakatan bersama dan sudah dirunding dengan keluarga, khususnya anak dari Almarhum Habib Sholeh sudah menyetujui pemagaran ini,” tegas Habib Muchsin

Adapun syarat-syarat pemagaran diakui Habib Muchsin sebelumnya sudah dirunding di kantor kecamatan Tanggul. “Syarat-syarat itu, diantaranya adalah ukuran dan bentuk pagar, Alhamdulilah, pemagaran ini sesuai dengan yang kita sepakati,” ungkapnya.

Bahkan Habib Muchsin mengaku sangat berterima kasih kepada PT. KAI, karena sudah bertoleransi memberikan fasilitas khususnya kepada keluarga almarhum Habib Sholeh dan kepada masyarakat. Karena tanah yang di pagar masih ada sisa beberapa meter.

Diberitakan sebelumnya Rencana pembangunan pagar pembatas ditentang Habib Haedar, salah-satu cucu Habib Sholeh dan beberapa warga setempat. Keberadaan pagar pembatas dianggap mengganggu warga, pelajar dan tempat Wisata religi.

Pembangunan pagar menurutnya terlalu tinggi, jaraknya juga terlalu dekat dengan makam. “Mari kita pikirkan juga kepentingan masyarakat, kami meminta PT KAI Membangun agak ke utara, 1 meter dari Timbangan" kata Habib yang juga ketua FPI Jawa Timur Senin (13/01). usai Musyawaroh di kecamatan Tanggul.

Namun harapan ini.tidak digubris, PT KAI bersikukuh tetap melanjutkan pembangunan sesuai juknis, sehingga musyawarah yang di hadiri Sekda; Sugiarto, Asisten I; Sigit Akbar, Kepala BPN, ketua DPRD; Saptono Yusuf, Dandim; Wirawan, tokoh Agama, ketua MUI; Prof. Abdul Halim Soebahar, ketua NU Gus Aap, dan ketua Muhammadiyah, Kasman , Keluarga besar Habib Sholeh dan tokoh masyarakat, yang pimpin kapolres AKBP Awang JR sempat memanas.

Untuk mencari solosi pembangunan yang akan dimulai Minggu 10 Pebruari 2014, Senen (27/01) kembali digelar rapat ditempat yang sama. Pertemuan sekitar jam 14.00 Wib yang dipimpin Kapolres Jember,  dihadiri Forpinda dan Pihak PT KAI, sementara dari keluarga habib Sholeh (Alm), dihadiri habib Taufik dan Habib Indrus, sedangkan Habib Haidar yang sebelumnya meminta agar pembagunan pagar disisakan 4 Meter dari Makam Habib Sholeh, tidak hadir.

Dalam pertemuan tersebut disepakati 10 Item, namun  ditempat terpisah salah satu poin ditentang cucu Habib Sholeh dari putra habib muhammad bernama Habib soleh. Dalam item nomer 1 yang berbunyi bahwa Keluarga besar Habib Sholeh menyatakan setuju dengan Pemagaran stasiun.

"Pernyataan keluarga besar itu artinya semua keluarga besar Habib soleh (Alm) setuju, padahal salah-satu keluarga ada yang tidak setuju, kalau pernyataan secara pribadi dari yang hadir mungkin itu benar, tetapi kalau menyebut keluarga besar setuju saya tidak sepakat dan itu tidak benar, " tutur habib soleh saat di temui di rumahnya.

Habib soleh menambahkan bahwa pihaknya bukannya tidak setuju, tetapi hanya meminta agar pemagaran itu tidak sampai menutup tempat parkir "Kami hanya meminta kok mas, karena tanah ini milik negara, dan milik negara juga milik rakyat," tegasnya
. (edw/Yond/indra/mif)

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: