"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Wednesday, February 12, 2014

Perizinan dan Infrastruktur Hambat Laju Bisnis Properti

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Iklim investasi di Jember Jawa Timur terus bergeliat, terutama bidang Bisnis Property. Namun hal ini tidak dibarengi pelayanan memadai. Sehingga proses perizinan menjadi lama, karena pelayanan masih belum satu atap.

Infrastruktur jalan dan transportasi juga menjadi kendala. “Bisnis property di Jember ini sangat menjanjikan terlebih adanya JSG (Jember Sport Garden,red) dan JFC (Jember Fashion Carnival, red), hanya system perizinan yang diterapkan menjadi factor menghambat laju pertumbuhan perumahan itu sendiri”, ujar Ida Solfiah, SE Direktris PT. Surya Jaya Land selaku Developer dibidang perumahan Rabo (12/2).

jika di kota lain seperti Malang, menurut Solfiah perizinan sudah menggunakan system satu atap sehingga prosesnya bisa cepat selesai, tapi di Jember bisa membutuhkan waktu paling cepat satu bulan melalui jalur normal itupan kadang lebih,”  Keluhnya

Kondisi di Jember menurut Fifi panggilan akrab Ida Solfiah juga masih belum bisa sejalan dengan instruksi Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) terutama dari sisi Infrastruktur, “Saat ini pemerintah ingin mengadakan rumah murah untuk MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) dengan menggandeng developer agar menyediakan rumah murah seharga 80 jutaan, tapi untuk di Jember agak sulit karena untuk daerah perkotaan harga tanah sudah mahal, bayangkan dengan uang sebesar itu apa bisa memiliki rumah dan tanah, makanya saya sebagai developer berusaha untuk bisa mewujudkan itu” ujar Fifi

Menurut Fifi, saat ini harga tanah di perkotaaan seperti di Kelurahan Tegal Besar per meternya sudah menembus Rp.500 rb/meternya sedangkan dalam peraturanya Menpera untuk luas Kavling Minimal 60 m2, jika ada harga tanah murah seperti di daerah Bintoro terkendala dengan Infrastruktur yang tidak memadai.

“Ada harga tanah murah tapi tidak disertai Infrastruktur yang memadai juga menjadi kendala, tidak hanya itu belum jelasnya Perda RTRW juga menghambat, kemarin saya mau membangun perumahan di daerah Wirowongso dekat Bandara tapi ditolak”  Tambahnya

Sedangkan di perkotaan sudah penuh dengan perumahan, padahal perumahan di Jember menjadi investasi yang menjanjikan lho, banyak orang luar Jember yang membeli rumah di sini hanya untuk anaknya yang akan kuliah,” pungkas Wanita berjilbab ini. (edw).

Berita Terkait Ekonomi Bisnis

No comments: