"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Wednesday, March 5, 2014

Haji Palsu Yang Membacok Wartawan Akui Tak Sampai Ke Tanah Suci Mekah

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Terdakwa pembacokan jurnalis wartawan media online lokal Jember  saat liputan haji palsu Dalam sidang, Kholil mengakui jika dirinya tidak pernah sampai ke tanah suci mekkah.

Pengakuan ini disampaiakna dalam sidang pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Jember yang dipimpin ketua Majelis Hakim Adi Hernomo Yulianto, Iwan Harry dan Heneng Pujadi sekitar pukul 15.00. Kholil yang memakai kopyah putih didampingi istrinya dihadapan majelis hakim pun blak-blak-an.

“Tidak sampai ke Tanah Suci. Hanya sampai ke penampungan di Pasuruan,” jelas Kholil Rabo siang (5/3) dihadapan majelis hakim dengan logat bahasa Madura yang diterjemahkan dengan bantuan penerjemah karena tidak bisa berbahasa Indonesia.

Mengaku Ditipu PT Rosana, Membacok Karena Terkejut
Holil menyatakan bahwa dirinya terpaksa melakukan penipuan (haji bohongan; red) kepada warga sekitar dikarenakan malu dengan tetangga sekitar. Pasalnya, H-3 sebelum keberangkatan haji, dirinya dihubungi oleh PT. Rosana Pasuruan tempat dirinya berangkat bahwa dirinya akan naik haji tahun ini.

“Saya sudah kadung selametan (tasyakuran, red),” jelasnya. Dirinya pun diminta oleh biro perjalanan haji itu ke Alun-alun karena akan dijemput langsung oleh travel yang membawanya ke penampungan Haji Sukolilo Surabaya. Dari Alun-alun Jember, dirinya bersama dengan empat orang lainnya yang tidak dikenalnya. Namun, ternyata mereka tidak sampai ke Surabaya melainkan hanya di penampungan di Pasuruan.

Selanjutnya mereka berangkat dari tempat penampungan itu, dengan maksud dibawa ke Surabaya. Namun, ternyata kendaraan itu balik arah ke arah Jember. Dari sinilah Kholil mengaku ditipu oleh biro perjalanan haji tersebut.

“Ada yang diturunkan di Lumajang, Bangsalsari dan saya bersama dengan satu orang lainnya diturunkan di Tanggul,” terang Kholil dalam sidang kemarin. Tentu saja, dirinya pun bingung untuk bisa pulang ke Jember. Bahkan, dirinya mengaku sempat menjadi peminta-minta untuk bisa memperoleh ongkos pulang ke Jember.

“Karena sudah tidak punya uang lagi,” jelas Kholil. Hingga akhirnya dirinya pun bertahan hidup di Jember dan sekitarnya hingga musim pulang haji baru kembali ke rumah. Dirinya malu jika ketahuan para tetangga. Apalagi, sejak awal dirinya tidak berniat menipu tetangganya melainkan dirinya yang tertipu oleh biro perjalanan itu. Kholil mengaku nekat ikut PT karena dijanjikan bisa berangkat cepat dibandingkan lewat Kementrian Agama Jember yang harus menunggu puluhan tahun.

“Saya menggadaikan sawah. Bayar sudah hampir 35 (juta, red),” ujar Kholil. Sementara itu, terkait dengan kejadian pembacokan, Kholil mengakui semua perbuatannya. Sehari paska kepulangannya kerumah, tiba-tiba pagi hari rumahnya didatangi oleh ratusan massa yang sudah berkumpul di depan rumah, termasuk korban pembacokan Edi Winarko. Dirinya mengaku kaget dan takut dengan kehadiran massa itu.

“Saya terkejut. Saya takut diserang oleh massa,” jelas Kholil. Dirinya mengaku takut dibunuh massa meskipun merasa tidak memiliki salah kepada warga. Sehingga dirinya pun langsung keluar kamar dan menyerang orang yang ada di depan rumahnya itu. Kebetulan di dekat pintu keluar dirinya nemu pisau. Dengan membabi buta dirinya menyerang massa itu, hingga akhirnya ketemu Edi yang terjatuh. Tanpa pikir panjang, Kholil langsung menyerang Edi dengan sabetan pisaunya hingga melukai kaki kanan Edy.

Beruntung Edy bisa menangkis serangan itu hingga akhirnya warga menangkap dan menenangkan Edi. Dirinya mengaku khilaf dan menyesal dengan perbuatan yang dilakukannya. Bahkan, keluarganya sudah berusaha untuk meminta maaf kepada Edi, namun tidak digubris hingga kasusnya ke persidangan  itu.

“Saya tidak bisa minta maaf langsung, karena langsung dibawa ke Mapolres Jember,” jelas Kholil saat dimintai keterangan apakah sudah meminta maaf kepada korban. Sidang ini akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda tuntutan dari pihak Jaksa Penuntut Umum. (eros/midd)

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: