"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Tuesday, March 11, 2014

Kendarai Becak, Anang Hermansyah Penuhi Panggilan Panwaslu

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Panwaslu Jember Jawa Timur periksa Anang Hernansyah terkait dugaan kampanye terselubung di SMA 2 Jember. Suami Asyanty yang nyaleg PAN dapil IV Jatim (Jember-Lumajang) ini dicerca 24 materi pertanyaaan.

Upaya pemanggilan dan kehadiran Anang merupakan pendidikan politik yang baik bagi masyarakat, bahwa dihadapan peraturan dan ketentuan semuanya sama.  “Sebagai penyelenggara pemilu, kita tidak akan bersikap diskriminatif atau membeda-bedakan”. Ungkap Ketua Panwaslu Jember Dimma Akhyar , Selasa (11/3).

Semua keterangan, dari 24 materi pertanyaan yang disiapkan menurut Dimma sudah didapatkan. Selebihnya pengawas, akan menempuh mekanisme berikutnya, melakukan kajian sebelum diputuskan apakah betul kegiatan di Sekolah tersebut memenuhi unsure pelanggarannya atau tidak.

“Secara umum kita ingin pastikan apakah Mas Anang saat itu berada di sekolah, apa saja kegiatan disana, apakah kehadirannya atas inisiatif sendiri atau diundang. Apakah ada atribut kampanye , apakah ada kegiatan kampanye”.  Jelas Dimma usai mengklarifikasi Anang sejak Jam 11 sampai jam 12 siang.

Setelah itu akan dikaji, memenuhi unsure atau tidak. Dari hasil kajian dan keterangan, barulah akan dipastikan apakah itu memenuhi unsure sebagai suatu kegiatan kampanye atau tidak sesuai  dengan tatacara, mekanisme dan prosedur ketika datang ketempat pendidikan, tempat ibadah atau fasilitas pemerintah. “Poinnya kegiatan itu apa kampanye atau tidak”. Pungkasnya.

Ketatangan artis papan atas kelahiran Jember di Sekretariat Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Jember hari ini merupakan pemanggilan kedua, ketika sebelumnya Anang tidak bisa datang dikarenakan berbenturan dengan kegiatannya yang padat. 

"Aku ditanya soal kedatangan di SMA 2 Jember.  Saya datang kesana berdasarkan apa?  Apa itu berdasarkan tujuan politik atau tidak...? Bahwa apa yang dilaksanakan Panwaslu melakukan pengawasan ini yang aku sangat apresiasi kepada panwas, ”. Kata Anang Hermansyah setelah menjalani pemeriksaan tertutup di ruangan Sentra Gakumdu kepada beberapa wartawan.

Dalam kesempaten tersebut Anang juga menjelaskan ketidak hadirannya ke Panwaslu sebelumnya dikarenakan kegiatannya yang sangat padat, "aku menemukan tanggal sekarang ini bisa hadir.". katanya

Anang menampik jika kehadirannya di Sekoah tempat ia belajar karena inisiatifnya. "Aku mau datang , karena diundang oleh Jember Interprener Community (JICO). Kehadirannya dalam acara tersebut semata-mata agar pergerakan perjalanan perbaikan di masyarakat berjalan dengan baik.  Mengingat tren golput di Indonesia setiap Pemilu cenderung menurun.

“Sebetulnya ini bukan hanya menjadi  PR  dan tanggungjawab  Anang sebagai anggota masyarakat.saja, tetapi juga merupakan tanggungjawab bersama. bagaimana cara meningkatkan animo masyarakat, agar tidak alergi  politik, Pasalnya berbicara politik adalah berbicara tentang membangun Indonesia yang lebih baik, satu suara sangat berarti. Suara mereka sangat menentukan”. Kilahnya. 

Kalau memang berdasarkan hati nurani dengan jujur bahwa kita datang ke TPS bukan karena dibayar, tetapi ingin membangun pendidikan politik Indonesia,  “person-person politik Indonesia yang lebih baik inilah yang harus kita dorong sama-sama. Niatan yang sana itu yang menjadi pikiranku”. tambahnya

Saat ditanya apakah kasus ini hanya sebagai manufer politik ?.  Secara diplomatis Anang  berkilah bahwa manufer atau bukan manufer bukan suatu hal yang harus saya pikirkan, yang aku pikirkan adalah bagaimana masyarkat antusias , mengaprresiasi pesta demokrasi. Bagaimana pesta demokrasi ini bisa improf seluruh masyarakat Indonesia.

Karena ini berhubungan dengan ligitimasi dipemerintahan baru. Jadi bila tahun ini yang memilih turun sampai dibawah 50% berarti legitimasi pemerintahan baru ini berkurang. Ini preseden buruk bagi perpolitikan di Indonesia. Sehingga akan menjadi pertanyaaan adalah legitimasi di pemerintahan baru, apakah ini pemerintahan yang qorum dikehendaki masyarakat atau tidak. 

Bahwa pesta demokrasi bagaimana masyarakat imputnya, masyarakat memiliki pesta demokrasi, bahwa aku akan menempatkan orang yang siap memilih aku, itu wajar terjadi diera politik. Tapi aku sadar betul bahwa politik yang dibangun di Jember,  Aku melihat person-person di Jember, politikus-politikusnya bermoral tinggi. Politikus-politikusnya memiliki etika berpolitik dengan baik.

Anang tidak percaya, jika sampai beredar bahasa yang tidak dewasa (Politik busuk; red) beredar di masyarakat,  sebelum terbukti dan digedok palu panwaslu. “Saya tidak percaya itu keluar dari politikus Jember. Kita tidak boleh terganggu. Karena politik itu harus kita lalui, jangan dianggap beban.  Pungkasnya.

Sebelumnya, Anang Hermansyah, tidak dapat memenuhi panggilan Panwaslu,  Anang meminta penundaan pemeriksaan, dari yang dijadwalkan semula pada Kamis, 6 Maret 2014, menjadi Selasa (11/3), karena  saat itu dirinya bersamaan dengan jadwal kegiatannya  di Jakarta.

Anang yang berangkat menuju Kantor Panwaslu Jember di Perumahan Bukit Permai Jalan Padjajaran Sumbersari dengan naik becak menuju Panwaslu yang berangkat dari rumah kakaknya yang berjarak sekira setengah kilo meter dikawal sejumlah kader Partai Amanat Nasional (PAN) dan ketua PAN Jember Evi Lestari.. 

Usai datang di Panwas anang yang datang sekitar jam 11.00 memasuki ruangan Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu), sejam kemudian sekitar jam 12.00 Anang terlihat keluar dari ruangan. 

Pemanggilan ini  terkait adanya laporan dugaan dirinya telah melakukan kegiatan kampanye terselubung di SMA Negeri 2 Jember pada 11 Februari 2014. Anang ikut merayakan pesta ulang tahun sekolah tempat dia menuntut ilmu semasa di Jember.

Atas kejadian itu Jumat (28/2) digelar rapat gabungan Komisi A dan D DPRD Jember yang dihadiri anggota Komisi A, Komisi D, Kadispendik, Panwaslu, dan Kepala SMAN 2 di Banmus. Anggota Komisi D dari PAN, Abdul Ghafur, mengecam ulah Anang yang hadir di lembaga pendidikan dikatakan sebagai politisi busuk.(Eros/edw).

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: