"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Wednesday, March 26, 2014

Lecehkan Wartawan, Puluhan Jurnalis Demo Bank BTPN

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Puluhan jurnalis gelar aksi unjuk rasa. Aksi dilakukan sebagai bentuk solidaritas dugaan pelecehan seksual oknum Satpam BTPN Jember berinisial Snt terhadap wartawan ANTV, Shinto Sofiadin.

Dalam aksi WIB Rabu siang (26/3) sekitar pukul 13.30 tersebut, di depan Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN), mereka membentangkan poster-poster kecaman “Melecehkan perempuan, sama saja melecehkan ibumu,”  “Wartawan bukan PSK,”, kemudian “Copot Satpam brengsek”, dan lain-lan.

“Apapun alasannya, Satpam tersebut tidak bisa dibiarkan. Apalagi Profesi wartawan dilindungi Undang-undang. Saya minta pimpinan BTPN meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat, sekaligus memecat oknum Satpam tersebut,” teriak Rully Efendi, wartawan Radar Jember didepan Bank di Jalan Kalimantan berapi-api.

Hal senada disampaiakn Kustiono, Bahkan Kustiono meminta Kepala BTPN kelur “Pimpinan BTPN harus keluar dan meminta maaf, Saya tidak mau masuk. Saya minta pihak BTPN keluar dan temui kita diluar. Dan saya juga minta ketegasan supaya oknum Satpam yang melecehkan rekan kami, dipecat hari ini juga,” tegas Kustiono

Tak Ditemui, Puluhan Jurnalis Blokade Jalan
Karena tidak perwakilan BTPN yang mau menemui pengunjuk rasa, akhirnya puluhan Jurnalis ini memblokade jalan. Mereka membentuk lingkaran rantai manusia ditengah jalan, sambil meneriakkan kekecawaan terhadap BTPN. Tak pelak, aksi tersebut mengakibatkan kemacetan.

Namun tak lama kemudian, perwakilan dari BTPN yang ternyata seorang perempuan, keluar menemui pengunjuk rasa. “Ooohhh ternyata perempuan juga ya. Bagaimana ini, ada Satpam yang melecehkan seorang (wartawan) perempuan. Kalau itu terjadi pada anda, bagaimana?,” teriak Kustiono, disambut teriakan.

Mendapat teriakan seperti itu, perempuan yang diketahui bernama Nur Laela, selaku Area Service Head BTPN Jember, itu terlihat gemetar. Namun dengan tenang, Nur Laela kemudian memberikan tanggapan. “Kasus ini kan sudah dilaporkan ke Polisi. Selain itu, kita juga melakukan pemeriksaan kepada oknum Satpam yang dimaksud. Kalau memang terbukti, kita akan pecat Satpam itu,” tegas Nur Laela.

Akhirnya, para jurnalis membubarkan diri. Namun mereka berjanji akan melakukan aksi yang lebih besar, jika tuntutannya tidak dipenuhi.

Nasabah Kecewa Terhadap Pelayanan BPTN
Aksi pelecehan itu, Menurut Sinto terjadi Selasa (25/3) siang. Saat meliput seorang nasabah yang mengaku kecewa dengan pelayanan BTPN. Karena saat itu nasabah duduk dibalik pagar luar, Shinto jongkok sambil terus melakukan pengambilan gambar.

Saat itulah, seseorang didalam area kantor BTPN, mengambil gambar dengan Hp. “Tapi pengambilan gambarnya, mengarah kepada ini (maaf, kemaluan) saya,” kata Shinto, wartawan ANTV. Meski begitu, Shinto cuek saja, Namun tak lama kemudian, oknum Satpam berinisial Snt, itu memberikan isyarat kepada si pengambil gambar, dengan memegang kemaluannya dan jempol dimasukkan diantara jarinya.

“Saya yakin, satpam itu melecehkan saya. Isyaratnya seolah-olah menyuruh orang yang mengambil gambar itu, untuk merngambil gambar ‘anu’ saya,” katanya. Karena ulah Satpam itu, lanjut Shinto, Bonar anggota LSM yang mandampingi nasabah, langsung melabrak Satpam tersebut.

Namun saat itu, Satpam ini bersikukuh tidak melakukan apa. Terang saja, adu mulut antara keduanya tak terhindarkan. Tak lama kemudian, cekcok mulut tersebut akhirnya mereda, setelah ada karyawan lainna melerai. Sementara Shinto sendiri, usai kejadian itu langsung melapor ke Polres Jember. “Jelas saya tidak terima karena merasa dilecehkan. Makanya saya melapor ke Polisi agar kasus ini diproses secara hukum,” tegas Shinto, sambil menunjukkan bukti laporannya.

Hal ini dibenarkan KBO Reskrim Polres Jember “Laporannya sudah kita terima. Dan tentunya kita akan tangani kasus ini secara serius,” tegas KBO Reskrim Polres Jember, Iptu Suhartanto SH MM, saat diwawancara di kantornya. (eros/edw/midd/rud)

Berita Terkait Ekonomi Bisnis

No comments: