"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Saturday, March 15, 2014

MHTI; Sistim Demokrasi Membawa Kerusakan Bangsa

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. MHTI serukan kepada intelektual muslim meninggalkan demokrasi. Pasalnya penerapan sistem ini sudah terbukti secara konsep dan faktual membawa kerusakan bagi bangsa yang menerapkannya.


“Demokrasi yang dianut dunia saat ini adalah sistem yang sangat kuno. Dibuat oleh filsuf Yunani lima ratus tahunan sebelum diutusnya Nabi Muhammad saw, Jika masyarakat Arab sebelum Islam datang saja disebut jahiliyah, apalagi masyarakat Yunani ini?”

Demikian disampaikan Ko. LKM Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (MHT) DPD II Jember, Ir. Iffah Mamudah dalam mudzakaroh muballighoh Jember, yang di hadiri 300 peserta dari kalangan muballighoh, pemangku pesantren dan pengurus majlis taklim di Aula atas Gedung Graha Bina Insani, Jember Ahad (16/03)

Demokrasi yang kuno dan telah dikubur itu menurut Iffah dibangkitkan kembali oleh Barat dan dipaksakan ke seluruh dunia. Tambahnya.

Untuk itu menurut Juru bicara MHTI, Iffah Ainur Rochmah harus diganti sistem Khilafah. “Khilafah yang berbasis kedaulatan di tangan syariat akan menetapkan perundangan dangan syariat yang berpijak pada benar dan salah hakiki dari Al Khaliq serta memberikan kekuasaan pada rakyat untuk memilih pemimpin.

Khilafah tidak hanya menjadi jalan lahirnya Indonesia yang lebih baik namun juga memberikan harapan kembali hadirnya peradaban Islam yang terbukti telah berhasil memimpin peradaban dunia dan mewariskan perkembangan tertinggi ilmu pengetahuan sepanjang 12 abad.

Untuk itu juru bicara MHTI ini menyerukan kepada intelektual muslimah se-Indonesia agar memiliki tanggung jawab untuk memberikan arah yang benar pada perubahan yang terjadi di tengah umat guna mewujudkan Indonesia yg lebih baik.

Pasalnya perbaikan bagi bangsa ini tidaklah cukup hanya sekedar pergantian wajah para penguasa. Dibutuhkan perubahan mendasar tidak hanya dengan mengganti orang-orang yang tidak berkualitas namun juga perlu mengganti sistem demokrasi yang terbukti rusak dan merusak. (eros)

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: