"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Tuesday, April 29, 2014

Pelebaran Jalan Double Way Hayam Wuruh Segera Dimulai

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Dalam Rangka rencana pelebaran jalan, Dinas`PU Binamarga Besama Camat Kaliwates Widayaka dan Lurah Sempusari Suyono, Melakukan Sosialisasi Ke Pemilik Rumah Sepanjang Jalan Hayam Wuruk.

Pengerjaan Proyek pelebaran Jalan (Double Way), akan di mulai lagi pada awal bulan juni 2014, direncanakan lebar jalan sisi kanan dan sisi kiri jalan selebar 29 Meter sepanjang 1 Km, dari Hotel Bandung Permai hingga Perempatan Mangli,

“Tinggal 15%, 20-25 bidang tanah, disisi utara jalan, 5 pemilik bidang tanah yang belum terselesaikan, Untuk itu kami menyampaikan, bahwa proyek pengerjaan akan di mulai pada awal bulan Juni, maka bagi pemilik bangunan yang belum, bisa behubungan dengan Team, untuk membongkar sendiri”.  Demikian ungkap Darsono, Kabid Pengawasan dan Pembangunan Ruang Milik Jalan Bina Marga

Masih Kata Darsono, dari 5 pemilik bidang tanah yang belum terselesaikan, salah satu Milik Didin Khozin, namun setelah duduk bersama dan bernegosiasi , sudah ada titik temu, dan ternyata sangat mendukung Program ini. Tuturnya Selasa (29/4)

Dari hasil suvai Team Eprasel Independen menetapakan harga ganti rugi tanah sebesar 2 Jt/M3, sementara untuk gati rugi bangunan bervariatif, dari jenis bangunan bata berbeda dengan bangunan beton dan yang menetapkan harga ganti rugi dari Dinas P.U Ciptakarya “Jelasnya

Camat Kaliwates Widayaka SH, akan membantu program ini “Kami dukung pembangunan Double Way ini, bersama Dinas PU Binamarga dan Lurah Suyono, kami terus akan mensosialisasikan dam menemui langsung para pemilik agar dapatnya membongkar bangunannya sendiri.

Proyek pelebaran jalan (Double Way) ini segera ditidak lanjuti, mengingat setiap turun hujan, sepanjang jalan Hayam Wuruk, terjadi genangan air yang menggangu aktivitas penguna jalan serta seringnya terjadi kemacetan dan kecelakaan“ Ungkapnya (Edw)

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: