"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Monday, April 28, 2014

PMII Jember Minta Pembahasan RTRW Transparan

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar aksi unjukrasa di gedung DPRD. Mereka mendesak pembahasan Perda RTRW dilakukan dengan transparan.


Aksi ratusan mahasiswa yang digelar Senin (28/4) di Gedung DPRD Jember ini  merupakan bentuk kekecewaan atas kisruhnya Draft Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Tata Wilayah (RT RW) yang diajukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember.

Dalam draft Raperda RTRW disinyalir Pemkab melakukan plagiat dengan ditemukannya fakta, sebagian naskah RTRW menjiplak milik Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Disamping itu dalam draft tersebut telah terjadi perubahan visi Jember yang sebelumnya kawasan pertanian dan perkebunan akan dijadikan daerah industri.

Akibat kejadian beberapa elemen baik dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Mahasiswa meminta agar pembahasannyadihentikan dan mereka meminta agar raperda RTRW direvisi, namun sampai kini tidak ada kejelasan kapan Perda tersebut kembali dibahas.

Untuk itu PMII dalam aksinya mendesak agar anggota DPRD Jember yang akan habis masa jabatannya agar segera kembali membahas dan menuyelesaikan Rancangan Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Tata Wilayah (RT RW) dengan transparan.

Sebelum memasuki gedung DPRD, Mahasiswa sempat berorasi di sekitar bundaran DPRD  dan melakukan aksi teatrikal yang berlangsung kurang lebih selama 30 menit dan bergerak menuju gedung DPRD  dengan  di kawal petugas kepolisian yang mencegat di pintu gerbang.

Sempat terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dangan petugas kepolisian.Setelah dinegosiasi mahasiswa sipersilahkan masuk hingga pintu masuk gedung DPRD Jember dengan catatan tidak anarkis dan memperbolehkan perwakilan mahasiswa untuk berdialog dengan Wakil Ketua DPRD Miftahul Ulum dan Ketua komisi D Ayub Junaidi di ruangan Banmus.

Menanggapi carut-marutnya pembahasan Perda RT RW tersebut sebelumnya Ulum menyampaikan ucapan Terima kasih kepada aktivis PMII yang mengingatkan untuk segera menuntaskan pembahasan Raperda RTRW yang terkatung-katung ini. Ulum berjanji dan pekan depan akan segera membicarakan  dengan sejumlah tim ahli dewan.

“Sebenarnya tim ahli yang menangani pembahasan RT RW sudah habis masa kerjanya dan diganti dengan yang baru, sudah terbentuk dan siap bekerja yang terdari dari tim Universitas Jember dan STAIN Jember, Jelas Politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu.

DPRD Jember tetap komitmen dan berupaya mengembalikan kerangka acuan Raperda RTRW  yang cukup mendasar yakni dari pembangunan Jember yang mengarah ke kabupaten industri dan pertambangan menjadi kabupaten yang agraris karena mayoritas penduduknya adalah petani. (midd)

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: