"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Sunday, April 13, 2014

Sugiman Tetap Setia Jadi Pengrajin Kendang Jawa Timuran

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Di tengah modernisasi, berbagai kesenian dan alat musik tradisional mulai ditinggalkan. Namun hal itu tidak menyurutkan Sugiman berhendti berkarya dan membuat alat musik kendang Jawa Timuran ini.


Keahlian yang didapat dari orang tuanya itu, sebagai misi melestarikan budaya Indonesia yang semakin jarang diminti bapak dua anak ini sampai kini masih membuat dan memperbaiki kendang Di rumah yang terletak di Dusun Sambileren Desa Purwoasri, Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember.

“Meski peminatnya sudah agak menurun, tetapi masih ada orang yang datang ke kediamannya, rata-rata dari kelompk jatilan atau sanggar musik tradisional,” kata Bapak yang mulai menekuni pembuatan kendang mulai tahun 1990, tuturnya saat ditanyai dirumahnya Minggu, (13/4)

Keahlian membuat dan memperbaiki Kendang ini menurut Sugiman didapat dari Ayahnya, ia kerap sekali melihat orang tuanya membuat sekaligus memperbaiki alat musik ini. Dari darah ayahnya itu kemudian mengalir kepada dirinya.  Di rumahnya kini, terdapat beberapa alat musik buatan orang tuanya.

Kegiatan ini merupakan upaya menjaga eksistensi seni dan budaya. Sugiman merasa bangga, keahliannya selama ini bisa bermanfaat bagi orang lain Apalagi masih ada orang yang datang ke rumahnya meski hanya sekedar memperbaiki atapun memesan kendang yang kisaran harganya 1 sampai 2 juta per buahnya. Mulai dari Banyuwangi sampai Probolinggo.

Untuk omzet perbulan nya sugiman bisa menghasilkan 10 buah kendang jika pesanan sangat ramai, namun untuk bulan 4 ini omzet nya turun sekali, entah mungkin karena masalah persaingan atau memang musik tradisional ini mulai jarang di minati warga pribumi.J

Jenis Kendang yang dibuat oleh Sugiman tersebut adalah berjenis Gandrung yang suaranya nyaring dan alunan musik nya sangat di ukai oleh warga atau masyarakat daerah pesisir pulau jawa khusus nya masyarakat daerah Jawa Timuran. (Mif)

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: