"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Friday, May 2, 2014

Demo Hardiknas Ricuh, Sejumlah Aktivis HMI Jadi Bulan-Bulanan Aparat

Jember. MAJALAH-GEMPUR.Com. Peringatan hari pendidikan nasional (Hardiknas) 2 Mei 2014 Di Jember Ricuh. Sejumlah aktivis HMI cabang Jember diwarnai aksi pemukulan oleh oknum aparat gabungan Polres dan satuan polisi pamong praja.


Awalnya sejumlah aktivis mahasiswa melakukan orasi didepan kantor pemkab Jember, mereka menuntut bertemu bupati Jember untuk menyampaikan klarifikasi mereka terkait masih banyaknya jumlah angka buta huruf dikabupaten Jember yang tergolong tinggi, namun sayang tuntutan mereka tidak terpenuhi.

Pihak pemkab Jember melalui perwakilannya berusaha menampung aspirasi mereka, namun usaha mereka sia-sia. Para aktivis HMI tetap menuntut untuk bertemu bupati.

Karena merasa tidak dihiraukan, akhirnya sejumlah aktivis melakukan aksi penyobekan baleho bertuliskan selamat hari pendidikan nasional tepat ditengah alun-alun kota Jember. Aksi tersebut sempat membuat emosi beberapa aparat yang mengwal demo mereka, bahkan puluhan aparat mengejar aktivis yang melakukan penyobekan.

Aksi kejar-kejaranpun tidak dapat dihindarkan. Sejumlah aktivis HMI harus bersibaku jatuh bangun dalam pempertahankan diri dari kejaran sejumlah aparat. Sejumlah aktivis yang berhasil ditangkap tidak luput dari bogem mentah sejumlah aparat yang tidak dapat menahan emosinya. Melihat rekan mereka dihajar, beberapa aktivis berusaha melerai,namun sayang mereka juga tidak luput dari aksi pemukulan. Peristiwa tersebut berakhir setelah sejumlah rekan dari pihak Polres dan Satpol PP melerai rekan mereka.

Kasat Intel polres Jember, AKP Harwiyono, yang berada di lokasi kejadian saat terjadi aksi pemukulan menyatakan, aksi mereka tidak ada ijinnya, sehingga mereka tidak seharusnya diperbolehkan melakukan aksi, namun karena ada toleransi akhirnya aparat memperbolehkan aksi dengan catatan tertib dan terkendali.

“kita sudah bertoleransi kepada mereka, seharusnya aksi mereka sudah kita bubarkan sejak awal, namun mereka berjanji akan melakukan aksi dengan tertib dan terkendali, akhirnya kita biarkan dengan kawalan aparat.namun karena anarkis akhirnya kita bubarkan dengan paksa” paparnya. (edw)

Berita Terkait Pendidikan

2 comments:

Silvina Agustina said...

5 orang aktivis HMI sempat diizinkan masuk kedalam pemda untuk menemui pak Dzalal yang TERHORMAT. Akan tetapi apa?? Hanya PALSU saja. 5 aktivis HMI tersebut tidak disambut dengan baik dan alhasil tidak dapat bertemu dengan bapak bupati Dzalal yang TERHORMAT. Aktivis HMI hanya ingin klarifikasi mengenai pernyataan pak Dzalal yang terhormat jika "di Jember buta aksara sudah menurun" (katanya). Tapi apakah itu benar? apakah bupati kita yang terhormat tersebut sudah turun ke lapang????
bahkan untuk menemui para aktivis HMI yng pada waktu itu aksi-pun oak Dzalal yang terhormat malah berbohong jika tidak sedang ada di pemda. Tapi apa?? PAK DZALAL YANG TERHORMAT ternyata ada didalam pemda (menurut saksi dari salah satu aktivis HMI yang menyelinap masuk ke pemda). Apa pak Dzalal yang terhormat itu terlalu takut untuk menemui aktivis yang sudah sejak pagi menunggu BUPATI TERHORMAT (katanya) itu?????

Silvina Agustina said...

5 orang aktivis HMI sempat diizinkan masuk kedalam pemda untuk menemui pak Dzalal yang TERHORMAT. Akan tetapi apa?? Hanya PALSU saja. 5 aktivis HMI tersebut tidak disambut dengan baik dan alhasil tidak dapat bertemu dengan bapak bupati Dzalal yang TERHORMAT. Aktivis HMI hanya ingin klarifikasi mengenai pernyataan pak Dzalal yang terhormat jika "di Jember buta aksara sudah menurun" (katanya). Tapi apakah itu benar? apakah bupati kita yang terhormat tersebut sudah turun ke lapang????
bahkan untuk menemui para aktivis HMI yng pada waktu itu aksi-pun oak Dzalal yang terhormat malah berbohong jika tidak sedang ada di pemda. Tapi apa?? PAK DZALAL YANG TERHORMAT ternyata ada didalam pemda (menurut saksi dari salah satu aktivis HMI yang menyelinap masuk ke pemda). Apa pak Dzalal yang terhormat itu terlalu takut untuk menemui aktivis yang sudah sejak pagi menunggu BUPATI TERHORMAT (katanya) itu?????