"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Sunday, May 25, 2014

Korban Salah Tangkap, Laporkan Oknum Polisi ke Propam

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Korban yang diduga salah tangkap dan diberlakukan titak sewenang-wenang oleh oknum anggota kepolisian Resort (Polres) Jember (Hlm dan Jk) akhirnya melaporkan ke Propam Polres Jember Jawa Timur.


Penangkapan terjadi sekitar pukul 12.30 Rabu (21/5) saat korban hendak ke Pasar  “Saat itu saya bersama Shaleh, teman saya mau ke Pasar Mayang mas, ketika lewat depan Polsek Mayang bertemu Hl dan Jk, karena kenal saya menyapa. Tiba-tiba saya di suruh berhenti dan ditarik masuk ke dalam Polsek Mayang,” kata Noto Hartono (24), korban penangkapan Senin (25/5)

Masih kata Noto, warga Desa Seputih Kecamatan Mayang “saat di Polsek saya dibentak, dicaci maki, dikata-katai kasar habis-habisan mas, bahkan saya di ancam akan ditembak sambil menunjukkan pistol yang ada di pinggangnya. Maksud ucapannya saya tidak paham, masalah penipuan jual beli motor di daerah Mumbulsari. Kemudian dengan tangan di borgol saya dan Shaleh dibawa ke Polsek Mumbulsari. Di sana saya ditemukan dengan orang yang katanya korban yang saya tipu, padahal saya belum pernah bertemu dengan orang tersebut, “ jelas Noto.

Di Polsek Mumbulsari saya diperiksa langsung oleh Kanit Reskrim Pak Prayit, bahkan saya sempat dimasukan di sel tahanan di Mapolsek Mumbulsari selama 3 jam, dari pukul 14.00 hinnga 17.00 WIB. Kemudian diperiksa lagi hinnga pukul 19.30. Karena tidak terbukti dan saksi saya dilepas, Pak Prayit sempat meminta saya agar tidak membesar-besarkan masalah ini.

Setelah pulang dan saya pikir karena saya warga negara yang baik dan patuh hukum serta harkat dan martabat saya di injak-injak oleh oknum polisi yang tak bertanggung jawab maka saya putuskan untuk melaporkan resmi anggota polisi yang sudah menangkap dan menuduh saya tanpa bukti ke Propam Polres Jember hari Sabtu (23/5) tempo hari, “ ungkapnya.

KBO Reskrim Polres Jember Iptu Suhartanto, SH, MM saat diklarifikasi media ini Senin (25/5) melalui sambungan ponsel terkait pelaporan warga atas dugaan salah tangkap oknum Polres Jember belum bisa memberikan keterangan karena masih belum ada informasi terkait hal itu.

Sementara itu saat wartawan media ini mencoba menkroscek petugas piket Propam yang ada,  seperti pengakuan Noto yaitu diterima oleh Fauzi dan Agung. Saat bertemu dengan Fauzi, mengatakan bahwa saat itu dirinya lepas piket namun ada di ruangan dan membantu melayani adanya laporan warga atas nama Noto Hartono.

Ya memang benar hari Sabtu ada warga melapor mas, ya kami layani ini tulisan kronoligis yang dibuat tangan dan ini yang sudah diketik (sambil mennjukkan kertas kronologis kejadian dan surat laporan yang diketik komputer). Masih di ajukan di meja Kasie Propam, karena beliau  masih supervisi ke Polsek-polsek mas, tinggal tunggu perintah selanjutnya bagaimana nanti dikabari lagi, “ jelas Fauzi. (midd)

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: