"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Sunday, May 11, 2014

Kualitas Pendidikan Indonesia Semakin Merosot

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Pendidikan pada hakikatnya adalah upaya untuk meningkatkan kualitas manusia. Namun faktanya generasi yang dihasilkan sistem pendidikan saat ini masih jauh dari kemuliaan dan kemajuan.


Masih banyaknya kasus yang menimpa pada generasi muda seperti pergaulan bebas, Narkoba, tawuran, generasi plagiat, bahkan pemimpin korup, serta sederet permasalahan lainnya merupakan salah-satu bukti merosotnya moral generasi muda kita.

“Penanggungjawab pendidikan bukan hanya guru dan sekolah, tetapi juga orang tua dan Negara.  Kualitas pendidikan ditentukan oleh kualitas tiga institusi ini”.  Demikian disampaikan Sri Endah Lestari, S. Pd (guru, aktivis MHTI) dalam Seminar Pendidikan dengan tema “Pendidikan Berkualitas Pencetak Generasi Pemimpin” yang diselenggarakan Muslimah HTI DPD II Jember Ahad  (11/05) di Aula BKKBN Jember.

Pasalnya menurut Endah, guru saat ini seperti kehilangan idealisme sebagai pendidik. Sekedar transfer ilmu. Bahkan tak jarang guru mengorbankan kejujuran. Fenomena guru memberi kunci jawaban UN atau membiarkan siswanya mencontek adalah salah-satu bukti.

Sekolah pun menerapkan pendidikan berbasis sekulerisme. Mulai dari arah pendidikan, kurikulum dan metode pembelajaran mengacu pada  Barat. Bukan pada Islam. Inilah akar masalah dunia pendidikan. Sehingga gagal melahirkan generasi pemimpin,” tambah Endah.

Sementara ketua DPD II MHTI Jember Nauroh Alifah, S.Si memaparkan keunggulan peradaban Islam dan keberhasilannya dalam mencetak generasi pemimpin adalah model acuan. Dalam Islam pendidikan adalah hak asasi setiap manusia. “Tidak boleh ada diskriminasi antara Jawa dengan Papua. Negara wajib menyelenggarakan pendidikan gratis dan berkualitas untuk semuanya,” paparnya.

Menurut Alifah, Khilafah adalah model acuan keunggulan peradaban Islam dan keberhasilannya dalam mencetak generasi pemimpin. Bukti-bukti keunggulan pendidikan masa Khilafah termasuk pengakuan Barat. Pendidikan Islam diterapkan secara terpadu oleh keluarga, sekolah dan Negara. Pendidikan Islam menjadikan aqidah Islam sebagai asasnya dan Negara berkewajiban menyediakan dana, sarana dan prasarana pendidikan.

“Sayangnya, sistem Negara kita saat ini tidak memberi peluang diterapkannya sistem pendidikan Islam, Oleh karena itu, penting bagi kita untuk berjuang menegakkan,” Terang Alifah.

Akibatanya kualitas pendidikan saat ini menurun. Hal ini disampaiakan salah-satu guru SMK di Bondowoso. Menurutnya Dulu, Malaysia mengimpor guru dari Indonesia. Tapi saat ini, justru anak-anak Indonesia yang sekolah di sana.  tuturnya Fida.  (eros).

Berita Terkait Pendidikan

No comments: