"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Wednesday, June 11, 2014

Selebaran Gelap Beredar, Tim Jokowi-JK Lapor Panwaslu

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Tim relawan Sekretariat Nasional Jokowi Jember Jawa Timur datangi kantor Panwaslu Jember. Mereka melaporkan selebaran gelap dan tabloid yang menyudutkan salah satu pasangan calon presiden RI.

 “Selebaran ini ditemukan selama dua hari ini di wilayah Jember selatan,” Jelas Sapto Raharjo sambil menunjukkan segepok bukti, temuan timnya terkait dengan dugaan black campaign dan selebaran yang menyudutkan pasangan capres Joko Widodo di Panwaslu Jember Rabo, (11/6) .

Bukti tesebut menurut Sapto ditemukan di Balung, Puger, Ambulu, Wuluhan hingga Gumukmas. “Selebaran itu disebar oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Dimana Jember selatan merupakan kantong dan basis massa Jokowi-JK. Parahnya lagi, selebaran itu menyebar di sejumlah titik-titik keramaian masyarakat. “Seperti di pasar, tempat pelelangan ikan dan kampung nelayan,” imbuh Sapto.

“Selebaran mengupas tentang sejumlah masalah di Solo terutama saat Joko Widodo menjabat menjadi walikota Solo, sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta. Pihaknya menganggap selebaran itu belum tentu benar dan tidak bertanggung jawab. “Jadi ini sudah cukup merugikan pihak kami,” jelas Sapto.

Ditambah dengan munculnya tabloid Obor yang menyudutkan capres yang diusung oleh PDIP, PKB, Nasdem dan Hanura itu. “Tabloid tersebut sudah dua edisi yang beredar di Jember,” tutur Sapto. Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada Panwasslu untuk menindak tegas kepada pelaku kampanye hitam tersebut sehingga tidak meresahkan warga. Pihaknya juga meminta aparat kepolisian untuk juga mencari pelaku penyebaran ini.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan saat Pilpres 9 juli 2014 mendatang, pihaknya berencana untuk berkoordinasi dengan relawan lain dan juga Ansor dan Banser Jember. Diantaranya menempatkan sejumlah relawan agar tidak sampai terjadi kecurangan dalam pemilu kali ini.

Sementara itu, Ketua Panwaslu Kabupaten Jember Dima Akhyar menyatakan terima kasih atas laporan dari salah satu tim relawan capres terkait dugaan kampanye hitam itu. “Kami wajib untuk menerima dan menindaklanjuti laporan itu,” tutur Dima. Pihaknya akan menunggu keterangan dan bukti yang diberikan oleh pihak pelapor. Terutama dari sisi kejelasan pelapor, materi laporan yakni bukti dugaan black campaign tersebut.

Namun, Dima mengungkapkan untuk kasus selebaran dan tabloid ini memang yang dilaporkan tidak jelas. “Karena memang selebaran gelap yang disebarkan oleh orang yang tidak bertanggungjawab,” jelas Dima. Sehingga tidak dapat diidentifikasi jelas yang menyebarkan. Bukan berarti pihak Panwas tidak akan menelusuri, namun diakui untuk penanganannya tidak akan bisa secepatnya.

Terkait dengan tabloid, imbuh Dima, pihaknya sebenarnya sudah menemui di sejumlah tempat di Jember. “Terutama di pondok pesantern,” ujar Dima. Dima juga sudah mengatakan melakukan penenelusuran ke sejumlah pondok tersebut. Namun, dirinya juga kesulitan melacaknya karena ternyata dilaporkan tidak dikirim secara perorangan ke pondok pesantren yang dimaksud.

“Dikirim via pos, tidak jelas juga pengirimnya,” tutur Dima. Oleh karena itu, laporan tersebut tidak bisa diproses dengan segera  dan membutuhkan waktu untuk penanganannya. (eros)

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: