"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Thursday, July 24, 2014

Pantai Payangan, Pesona Alternatif Wisata Bahari

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Pantai Payangan memiliki daya tarik tersendiri bagi pengunjung berkantong tipis. Selain gratis, banyaknya teluk dan bebatuan karang yang berjajar menjadi daya tarik tersendiri, terutama wisatawan lokal.


Debur air pantai bersahut-sahutan seakan berlomba dengan suara angin yang kencang, gulungan ombak yang berkejaran serta oggokan karang yang terhantam, semakin menambah betah setiap pengunjung yang datang untuk menikmati pesona pantai payangan.

Pantai yang terletak di Kilo Meter 42 arah selatan Kota Jember di Dusun Payangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, ini juga memiliki tiga bukit dan hamparan pasir hitam. Sore harinya kita bisa menikmati terbenamnya matahari (Sunset), diantara  dua bukit yang oleh masyarakat sekitar dikenal sebagai Gunung Wedus.

Tak hanya itu, sebelah utara kita disuguhi bibir pantai yang melengkung dengan pesona pasir hitam. Disisi tengah bebatuan cantik seolah tertata tersusun rapi, bagian selatan tampak terhampar sabana dan tempat sandar perahu-perahu kecil nelayan local.  

Melalui pohon pandan nan rindang yang berjejer dibibir pantai, kita masih dapat menikmati deburan ombak, indahnya pemandangan, bercengrama dengan keluarga serta mengawasi keluarga yang sedang mandi di pantai saat teriknya sang mentari.

Indahnya panorama Wisata Bahari ini diakui Warda,bahkan wisatawan lokal asal Kecamatan Puger ini, sejak pertama kali berkunjung ia langsung terpikat dengan pemandangan bebatuan dan karang yang tertata alami, “ini yang kedua kali, mungkin liburan nanti saya ajak teman-teman untuk datang kesini,” akunya Kamis (24/7),

Hal senada disampaiakn Tata Andriyani, pelajar kelas satu Sekolah Menengah Atas tersebut sengaja memilih tempat ini  sebagai alternatif wisata, “selain gratis, pemandangannya itu lho, tampak alami,” tuturnya.

Wisata ini dikelola oleh warga setempat, tak ada biaya masuk, pengunjung hanya dikenakan biaya parkir  “Pada hari biasa, 2 ribu untuk sepeda motor, dan 4 ribu untuk mobil. Namun disaat hari libur, 3,5 ribu dan 5 ribu,” ujar Samsuri, tukang parkir warga setempat. Tuturnya.

Tempat ini merupakan wisata alternatif  bagi warga lokal, bagi yang ingin menikmati wisata bahari lainnya, Jangan kuatir, letak pantai payangan ini, letaknya tak jau dengan dua pantai wisata Bahari lainnya, Pantai Watu Ulo dan Papuma berpasir putih.  (RUZ).

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: