"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Friday, July 11, 2014

Penanganan Serius Lahan Kritis, Mencegah Bencana Alam

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Terjadinya bencana Alam banjir dan tanah longsor saat musim penghujan tak terlepas dari ulah manusia. Seperti masih banyaknya pembalakan liar, pembuangan sampah ke sungai dan sebgainya.


Kurang sadarnya perhatian masayarakat terhadap kelestarian alam dan lingkungan karena masih rendahnya pengetahuan masyarakat, terutama generasi muda. Untuk itu sejak dini bahkan jika diperlukan sejak bangku Taman Kanak-Kanak, harus diberikan pengetahuan tentang pentingya kelestariam lingkungan.

Jika sudah terjadi bencana dan lahan sudah kritis harus segera dilakukan reboisasi. Namun untuk penanaman kembalai atau penghijauan di lahan kritis ini tidak bisa saat musim penghujan, “ kata Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Jember Ir H. Masykur, MSi saat ditanyakan terkait penanganan pasca bencana di ruang kerjanya Jum’at (11/7).

Masih menurut pria asli Situbondo ini, “Penghijauan atau reboisasi bisa dilakukan saat musim kemarau dan diutamakan lahan-lahan kritis yang potensi kerusakan alamnya tinggi. Antisipasi perlu dilakukan jauh hari sebelum memasuki musim penghujan berikutnya agar kejadian (bencana) tidak terulang kembali, “ jelasnya.

Saat ditanya koordinasi dengan pihak terkait Masykur mengungkapkan, “ kami sudah terlebih dahulu aktif mas, terutama kepada mitra kami semisal Perum Perhutani terkait penanganan bersama lahan kritis baik di kawasan hutan dan sekitar hutan karena saling terkait, “terangnya.

Ditambahkan lagi, “ masyarakat juga agak susah mas pemahamannya terutama himbauan dan saran kami terkait lahan yang berada di kawasan tanah miring supaya tidak ditanami tanaman semusin agar jika musim penghujan tidak terjadi longsor. Apalagi jika itu singkong yang setelah diteliti lebih dalam merusak struktur tanah yang mengakibatkan mudahnya terkikis air jika musin penghujan datang. Tapi jika urusannya faktor ekonomi urusan perut repot juga mas, “ ujarnya.

Kedepan Masykur berharap agar koordinasi dan komunikasi dengan instansi terkait semakin intensif di lakukan agar penanganan bencana dapat dilakukan dengan maksimal dan meminimalisir kerusakan lingkungan yang ditimbulkan akibat ulah masyarakat yang tidak peduli pada lingkungan. (midd)

Berita Terkait Lingkungan

No comments: