"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Tuesday, August 26, 2014

Tim Gabungan Bakar Gubuk Penambang Emas Liar

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Sekitar seratus lebih tenda dan sebuah mesin diesel yang buat alat penambang emas liar Selasa (26/8) dibakar petugas gabungan dari Perhutani, Polisi, TNI, Satpol PP, beserta LSM dan masyarakat.

Pasalnya Tambang emas liar alias penambang emas tanpa izin (PETI) di Gunung Manggar, Kecamatan Wuluhan, marak dalam setahun terakhir. Salah satunya di Desa Kesilir yang dalam beberapa bulan terakhir kerap dilakukan operasi penertiban.  

Operasi penertiban yang dipimpin langsung oleh Asisten Perhutani (Asper) Jember, Sukatno mulai bergerak sekitar pukul 08.30 WIB dari kantar Perhutani Resort Pemangku Hutan (RPH) Wuluhan, dengan diawali apel siaga bersama dan tiba di lokasi, sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu, di beberapa tempat yang awalnya dijadikan parkir oleh penambang terlihat sepi. Hanya beberapa orang yang terlihat duduk tanpa aktivitas diwarung kopi yang memang disediakan oleh warga.

Di area Gebangan Gunung Manggar, tim mendapatkan tiga ratusan lubang yang disinyalir masih aktif. Meski sempat mengetahui ada lima penambang yang lari, namun aparat tak melakukan tindakan pengejaran. Di kawasan ini, petugas membakar lokasi penambangan sekaligus gubuk yang dibuat oleh penambang. Tak hanya itu, lubang-lubang galian pun diberi cairan bahan bakar aagar menimbulkan bau gas yang menyengat.

Menurut Sukatno, pihaknya ingin serius menyelesaikan persoalan tambang liar. Ia menargetkan, dalam waktu yang relative singkat, tak ada lagi aktivitas penambangan dikawasan hutan pangkuannya. “Penambangan ini kan berpotensi menimbulkan bencana, jika tidak segera diberantas bagaimana nanti kalau terjadi bencana alam? Maka habislah kawasan (Desa) Kesilir dan (Desa) Tanjung Rejo ini,”  terangnya, saat memberikan keterangan kepada wartawan di kaki Gunung Manggar.

Sementara itu, Bambang Setiyawan, Sekretaris LSM Ampera yang juga turut serta dalam penertiban itu mengatakan, agar persoalan penambangan ini tidak hanya menjadi masalah Perhutani maupun masyarakat Wuluhan, ia meminta semua rakyat dan Bupati Jember, MZA Djalal, harus peduli. “jangan sampai Wuluhan ini menjadi Panti (tragedi Bencana Alam di Kecamatan Panti, Jember) yang kedua. Sebab, kerusakan alam diatas Gunung Manggar ini begitu luar biasa,” jelasnya. (Ruz).

Berita Terkait Lingkungan

No comments: