"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Thursday, August 28, 2014

Beberapa SPBU Jember Mulai Kehabisan Stok Pertamax

Suasana SPBU Desa Balung Kidul Kecamatan Balung
Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Sebelumnya sejumlah stok bahan bakar minyak bersubsidi jenis Premium dan Bio Solar di Jember langkah, kini bahan bakar jenis pertamax juga mulai sulit ditemukan.

Kelangkaan ini terjadi sejak beberapa hari terakhir. di beberapa kecamatan, diantaranya Kecamatan Rambipuji, Balung, Puger dan Kecamatan Wuluhan. Sehingga konsumen yang terpaksa beralih ke bahan bakar non bersubsidi, seini, juga harus pulang dengan tangan kosong.

Seperti di SPBU Jubung Kecamatan Rambipuji, misalnya, puluhan pengendara motor kecewa, pasalnya tak hanya premium, stok pertamax di SPBU ini juga habis. Salah satu pengendara motor yang ikut antre Pertamax, Yanto mengatakan, bahwa sekitar 30 menit ia antri untuk mendapatkan BBM jenis ini, menurutnya ia enggan untuk antri mendapatkan premium yang dinilainya terlalu lama. "Saya sudah antri sekitar 30 menit, pas giliran saya pertamax habis,” keluh Yanto.Kamis, (28/8)

Tak hanya di Rambipuji, kondisi yang sama juga terjadi di SPBU Balung Kidul, Kecamatan Balung. Di SPBU ini, semua jenis bahan bakar habis. Di pintu masuk dipasang empat papan pengumuman sekaligus, diantaranya, “Premium Habis”, “Pertamax Habis”, “Bio Solar Habis”, “Kiriman Belum Datang”, padahal saat itu waktu masih menunjukkan pukul 11.00 siang.

Sementara itu, Totok, Koordinator Pekerja SPBU Dukuh Dempok, Kecamatan Wuluhan, mengakui jika SPBU yang ia tangani mendapat pengurangan pasokan dari Pertamina. Namun, ia lebih melihat bahwa kekurangan stok bahan bakar bersubsidi lebih karena konsumsi masyarakat meningkat.

Misalnya, sebelum adanya pembatasan kuota bahan bakar bersubsidi, untuk jenis premium SPBU nya hanya dapat menjual sekitar 15 – 16 ribu, sedangkan untuk jenis bio solar ia mampu menjual 8 ribu liter liter perhari. “Sekarang, kami mendapat kiriman 24 ribu liter premium dan 8 ribu liter bio solar. Itupun tidak sampai sehari sudah habis,” tandasnya. (Ruz).

Berita Terkait Ekonomi Bisnis

No comments: