"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Monday, September 8, 2014

Bungker Jepang Di Jember Mangkrak Tak Terawat

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Kabupaten Jember yang terletak ujung timur Pulau Jawa dan dibatasi oleh Samudera Indonesia ini, ternyata menyimpan warisan budaya atau cagar budaya dari zaman Pendudukan Jepang pada tahun 1942 sampai tahun 1945


Dari perbatasan Jember-Banyuwangi, hingga Jember-Lumajang, ternyata menyimpan puluhan bangunan berbentuk pillbox. hampir seluruh kecamatan di Bagian Selatan Jember seperti Kecamatan Tempurejo, Ambulu, Wuluhan, Puger, Gumukmas dan Kencong, banyak ditemukan bungker bekas tentara Jepang.

ada yang menamakan Plindungan, ada pula yang menyebut Buntai.
Demikian disampaikan Setiyo Hadi, penggiat pelestarian Cagar Budaya, Oleh masyarakat sekitar, Menurut Yopi, demikian sapaan akrabnya, bungker Jepang itu dikenal dengan sebutan yang berbeda-beda, sebagian
Pemerintah Kabupaten Jember belum memiliki data yang lengkap tentang keberadaan Cagar Budaya Bungker Jepang, “ketiadaan data itu menyebabkan bungker peninggalan zaman Pendudukan Jepang ini terbengkalai dan tidak terawat,” tuturnya, Rabu (13/8).

Di Kecamatan Kencong sendiri, ungkap ketua Taman Baca Budaya (TBB) Salam ini, ditemukan sejumlah 14 titik bunker Jepang. Dikatakannya, keberadaan titik-titik posisi bunker Jepang itu menyebar di Desa Wonorejo, Kraton, Cakru dan Desa Paseban.Semua peninggalan jaman Jepang di Kencong ini terbengkalai, bahkan ada yang akan dihancurkan oleh masyarakat,” ucap Yopi prihatin. Bahkan, beberapa dari peninggalan tersebut digunakan sebagai tempat sampah dan penyimpanan makanan ternak oleh masyarakat sekitar.

Hingga kini, lanjut Yopi, belum ada kajian maupun penelitian tentang Peninggalan Masa Pendudukan Jepang yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Jember, “saya berharap, keberadaan peninggalan Masa Pendudukan Jepang ini mendapat perhatian pemerintah, sehingga berpotensi sebagai tempat kunjungan wisata sejarah dan budaya,” pungkasnya. (Ruz/Yud).

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: