"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Wednesday, September 17, 2014

Mahasiswa STAIN Demo, Tolak Kebijakan Satu Mahasiswa Satu ATM

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Ratusan mahsiswa Rabo (17/9) menggelar aksi unjuk rasa. Mereka menolak kebijakan 1 mahasiswa 1 ATM. Disamping membakar ban bekas mereka juga menyegel kantor Akademik Stain Jember.


Kebijakan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (Stain) diabggap bagian konglomerasi Pimpinan STAIN.  Menurut koordinator aksi Ahmad Toyibur Rohman, pimpinan STAIN sebelumnya sempat mewacanakan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) dan kartu perpustakaan bisa digunakan ATM BRI. Namun realisasinya, tak ubahnya ATM reguler seperti nasabah bank lainnya.

"Berarti kami hanya digiring menjadi nasabah bank tunjukan kampus," sesalnya. Selain itu, Toyibur juga mengungkapkan, bahwa setiap mahasiswa di STAIN Jember juga harus mengganti biaya ATM Rp 100 ribu setiap mahasiswa.

Bukan hanya persoalan ATM yang disoal. Transparansi anggaran dana perpustakaan di STAIN Jember pun, tak luput dari sorotan mahasiswa. Bahkan, sejumlah mahasiswa tersebut menuding, jika ada penyelewengan biaya operasional perpustakaan kampusnya.

"Hasil LPJ tahun 2012, anggaran perpustakaan lebih dari Rp 2 Milyar. Tapi realisasinya, sejak tahun 2012 hingga 2014, buku baru di perpustakaan hanya ada sekitar 150 eksampler," ungkap mahasiswa Jurusan Syariah tersebut.

Bukan hanya itu, aktivitas perkuliahan hingga hari Sabtu di kampusnya itu, mereka nilai sebagai bentuk ketidaksiapan kampus memenuhi fasilitas perkuliahan. "Jika faslitas siap, tentunya kuliah tidak sampai pada hari Sabtu," tegas Toyibur. 

Aksi yang digelar sejak Senin, Selasa dan Rabo, bakal terus digelar sebelum ketua STAIN Prof. Babun memberikan penyelasan kepada mahasiswa. Namun, Babun yang ditunggu kehadirannya, tak kunjung menemui ratusan pendemo karena masih ada di Jakarta. "Pak ketua masih di Jakarta ada keperluan dinas," kata Soekarno, pembantu ketua III Bagian Kemahasiswaan STAIN Jember.

Di hadapan ratusan pendemo, Soekarno menegaskan bahwa kebijakan pimpinan STAIN Jember, dalam realisasi tri fungsi ATM, tidak ada kata lain kecuali untuk menjawab tuntutan dunia pendidikan modern. "Pak ketua ingin STAIN seperti Unej, yang memiliki ATM, KTM dan kartu anggota perpustakaan dalam satu kartu," jelasnya.

Namun jika kebijakan itu ditolak mahasiswa, sebagai wakil pemimpin tertinggi di kampus STAIN Jember, dirinya hanya bisa menyampaikan aspirasi mahasiswa tersebut. "Maksudnya pak ketua itu baik. Jika itu ditolak mahasiswa, nanti saya sampaikan ke pak ketua. Beliau Jumat baru tiba di Jember," imbuh Soekarno.

Ratusan pendemo rupanya tak puas dengan jawaban pembantu ketua III tersebut. Bahkan di lokasi demonstrasi, para pendemo mengirimkan sms kekecewaannya kepada Ketua STAIN Jember secara berjamaah. "Mari kita kirim sms bahwa kami kecewa dengan sikap ketua STAIN," ajak salah seorang orator.

Diakhir aksi mahasiswa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa peduli STAIN Jember tersebut, sempat terjadi aksi saling dorong antara pendemo dengan Satpam Kampus. Sebab, aksi bakar ban bekas yang sebelumnya dilakukan di luar gedung, akan dilakukan didalam ruangan kantor pimpinan STAIN Jember. Melihat aksi yang membahayakan itu, Satpam memilih memadamkan api. (edw/midd)

Berita Terkait Pendidikan

No comments: