"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Wednesday, September 3, 2014

Pelanggan SPBU Nyaris Baku Hantam dengan Operator

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Keributan antara pengendara motor dan operator Satasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Rabu (3/9) mewarnai antrean pengisian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di SPBU Balung Lor Kecamatan Balung.

Akibatnya, cekcok mulut pun tak dapat dihindarkan, bahkan aksi saling pukul nyaris saja terjadi antara pengendara motor yang antri dengan operator SPBU setempat. Inisiden ini bermula saat dua orang operator SPBU yang khusus melayani kendaraan roda dua tiba-tiba menghentikan layanannya sekitar pukul 08.30 Wib, padahal antrian cukup panjang.

Merasa ditelantarkan, salah seorang pelanggan menanyakan kepastian waktu istirahat tersebut. Namun pertanyaan itu dijawab dengan nada kasar oleh salah seorang operator SPBU yang saat itu sedang melayani pengecer BBM yang antri dengan jerigen .

Keadaan semakin memanas setelah petugas itu memukul papan pembatas antrian sembari berteriak “kami ini capek dan lapar, kami juga butuh istirahat dan makan, masak mulai tadi tanya-tanya terus” teriaknya. Tak terima dengan perlakuan itu, salah seorang pengendara yang sedang antri, Mujianto, naik pitam dan nyaris memukul petugas tersebut. Untung saja, aksi itu segera dilerai oleh pengendara lain sehingga baku hantam pun bisa dihindarkan.

Mujianto mengaku kecewa dengan layanan petugas SPBU, sebab saat meninggalkan mesin pengisian tak ada pemberitahuan yang pasti mengenai waktu istirahat, “seharusnya kan ngomong baik-baik, lalu dijelaskan sampai berapa menit istirahatnya,” kesalnya.

Pria yang bekerja disalah satu Bank swasat di jember ini menganggap operator menyepelakan pelanggan. Padahal, menurutnya, banyak diantara pembeli yang antri ini harus harus segera sampai ditempat kerja mereka, “saya sudah 30 menit lebih antri, kok seenaknya saja tiba-tiba operator menghentikan tanpa pemberitahuan terlebih dulu,” keluhnya.

Sementara itu, saat ditanya mengenai alasan dihentikannya layanan tersebut, Widarti, salah seorang operator yang melayani pengendara motor, mengaku sedang istirahat, “saya ini bukan robot, jadi butuh istirahat dan makan,” kilahnya. Malah ia menuding pelanggan yang dianggapnya membuat ulah itu hanya mencari sensasi saja. (Ruz).

Berita Terkait Kriminal

No comments: