"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Monday, September 8, 2014

Proyek Break Water Puger Rugikan Nelayan

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Pembangunan break water atau pemecah ombak di plawangan pantai puger disoal nelayan setempat. Mereka meminta bangunan yang menjorok ke arah gunung watangan itu dibongkar.


Proyek tersebut dinilai merugikan para nelayan.  Samsudin (70) Seorang nelayan Dusun Mandaran I, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, menuturkan, semenjak dibangunnya break water, sedikitnya sepuluh perahu nelayan karam diarea tersebut, sejak bulan puasa kira-kira ada sepuluh perahu yang karam disana (area break water_red),” tuturnya, Rabu (13/8). Beruntung, dari insiden itu, tidak ada korban jiwa.

Pria yang akrab disapa Budin tersebut,  mengatakan, proyek yang awalnya dikerjakan untuk menghalau ombak itu ternyata malah membahayakan nelayan. Pasalnya, arus balik ombak yang menghantam break water justru membahayakan nelayan sekembalinya dari laut. Tak hanya itu, bangunan ini juga berdampak terhadap pendangkalan sungai yang menjadi jalur bagi nelayan, aakibat penumpukan pasir yang terseret arus.

“jika air laut surut nelayan kesulitan menempuh jalur untuk perahu maupun sampan saat berangkat. Namun jika air pasang, nelayan terancam bahaya dikarenakan arus balik ombak yang menghantam break water tak dapat dihindari,” katanya.

Sebenarnya, Jum’at (8/8) lalu, ungkap Budin, dia dan puluhan nelayan setempat telah mendatangi kantor Unit Pengelola Pelabuhan Perikanan Pantai (UP4) Puger, untuk menyampaikan aspirasi para nelayan. Kala itu, seperti dikatakan Budin, ia dan perwakilan nelayan ditemui langsung oleh Kepala UP4 Puger. Mereka dijanjikan bahwa aspirasi tersebut akan disampaikan pihak terkait. Namun, sampai hari ini, tindak lanjut dari aspirasi mereka belum ada kepastian.

Kepala UP4 Puger, Arif Wahyudi, saat ditemui di kantornya tidak berada ditempat. Salah satu staff kantor beralasan, pimpinan yang baru menjabat kurang lebih empat bulan itu sedang berada dilapangan, bahkan staff tersebut enggan memberikan nomor ponsel Arif, sehingga tidak dapat dikonfirmasi. (Ruz/Yud).

Berita Terkait Pertanian

No comments: