"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Monday, September 8, 2014

TNI AL Amankan Kapal Bermuatan BBM Jenis Solar Ilegal

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Kapal KM Sinar Pik ditahan Lanal Batam karena berlayar tanpa dilengkapi dokumen dalam berlayar serta diduga membawa BBM jenis Solar secara ilegal, 4 orang dibawa ke Pos Pembantu TNI-AL Tanjung Kertang.

Para awak kapal yang ikut diamankan ketika ditanya wartawan berkilah dan mengatakan tidak tahu. "Saya tidak tahu siapa pemiliknya. Yang jelas kami diminta mengantar ke Batam, setelah dimuat di Kuala Tungkal," kata Ali, juru kemudi kapal, Senin (8/9/2014).

Ia juga mengaku untuk membawa bahan bakar tersebut ke Batam, menerima upah Rp2 juta. Selain itu, Ali juga enggan memberikan keterangan siapa yang menampung minyak tersebut.

"Saya benar-benar tidak tahu. Siapa pemilik kapal ini saja saya tak tahu. Saya ditugaskan hanya sebagai juru kemudi. Saya diupah Rp 2 juta," tambahnya.

Berdasarkan data yang diperoleh, kapal tersebut ditumpangi empat awak yang terdiri dari, Enry Grahusada sebagai nahkoda, Ali sebagai juru kemudi, dan Junaidi sebagai kepala kamar mesin. Sedangkan satu orang lagi identitasnya belum di dapatkan.

Satu kapal yang membawa Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar, KM Sinar Pik ini, berhasil diamankan Lanal Batam saat melakukan operasi patroli di perairan Pulau Sekikir, tepatnya 6 mil dari Sitokok, bagian barat laut Pulau Kertang, kawasan Jembatan 4 Barelang, Batam, Minggu (7/9/2014) subuh, sekitar pukul 05.00 WIB.

Kapal beserta awak kapal sebanyak empat orang akhirnya dibawa ke Pos Pembantu TNI-AL Tanjung Kertang untuk diamankan saat ditangkap membawa sekitar 100 ton solar dari Kuala Tungkal, Jambi menuju Batam. Selain itu, kapal tersebut juga berlayar tanpa memiliki izin.

Kapal KM Sinar Pik yang ditahan Lanal Batam karena berlayar tanpa dokumen lengkap serta diduga membawa Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar secara ilegal, 

Para ABK juga ikut diamankan ketika ditanya wartawan berkilah dan mengatakan tidak tahu. "Saya tidak tahu siapa pemiliknya. Yang jelas kami diminta mengantar ke Batam, setelah dimuat di Kuala Tungkal," kata Ali, juru kemudi kapal, Senin (8/9/).

Ia juga mengaku untuk membawa bahan bakar tersebut ke Batam, menerima upah Rp2 juta. Selain itu, Ali juga enggan memberikan keterangan siapa yang menampung minyak tersebut.

"Saya benar-benar tidak tahu. Siapa pemilik kapal ini saja saya tak tahu. Saya ditugaskan hanya sebagai juru kemudi. Saya diupah Rp 2 juta," tambahnya. (tur)

Berita Terkait Kriminal

No comments: