"Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.", "Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.","Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72."
Custom Search

Kamis, 30 Oktober 2014

Dinkes Bondowoso Fokus Tanggulangi Gizi Buruk

Kaepala Dinkes ; dr. H. Mohammad Imron, M Kes
Bondowoso, MAJALAH-GEMPUR.Com. Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso Jawa Timur tahun 2015 akan focus untuk menanggulangi gizi buruk dan menciptakan akses air bersih. Program ini merupakan program atensi dari Bupati Bondowoso, Drs. H. Amin Said Husni

Kepala Dinas Kesehatan  Dr.H. Mohammad Imron, MKes, untuk mengatasi hal tersebut, Dinkes akan bersinergi dengan pemerintah desa. “Untuk menanggulangi masalah gizi buruk dan ketercukupan air bersih, Dinkes akan bekerjasama dengan Pemerintah Desa. Sebab untuk tahun-tahun berikutnya, dana lebih banyak dikucurkan pada desa”, kata Imron, Kamis (30/10)

Menurut Dr. Imron, gizi buruk dan akses air bersih erat kaitannya dengan budaya masyarakat Bondowoso, yang masih melakukan Mandi Cuci Kakus (MCK) di sungai. Jadi air yang digunakan sehari-hari air kotor, yang akan berdampak kepada gizi buruk.

Dikatakan, untuk menyadarkan masyarakat agar menggunakan air bersih dalam kehidupan sehari-hari agak sulit. Karena kebiasaan masyarakat desa melakukan aktivitas yang menggunakan air itu di sungai. Di hulu mereka memandikan sapi, dibelakangnya mencuci beras yang akan dimasak.

“Tapi kami tidak akan putus asa. Karena hal ini merupakan upaya pencapaian Open Defication Free (ODF) yaitu bebas buang air besar sembarangan. Tahun 2019, seluruh masyarakat Bondowoso tidak boleh lagi buang air besar disungai”, jelasnya.

Dr. Imron yakin, dengan bersinergi bersama pemerintah desa, gizi buruk dan akses air bersih lambat laun akan teratasi. Dan bukan tidak mungkin, program WHO, ODF tahun 2019 akan tercapai. Karena pemerintah desa lebih tahu karakter penduduknya.

Sesuai data Dinas Kesehatan hingga akhir Oktober, capaian ODF di Bondowoso sudah mencapai 43%. Artinya, 43% warga Bondowoso sudah tidak ber-MCK di sungai, sedangkan sisanya, 57% masih melakukan aktivitas MCK di sungai. (midd)

Berita Terkait Kesehatan

Tidak ada komentar: