"Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.", "Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.","Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72."
Custom Search

Jumat, 28 November 2014

Diduga Beda Dukungan Di Pilkades, Rumah Warga Dilempar Batu

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Pilkades di Desa Cangkring, Jenggawah, berujung ricuh. Puluhan orang yang diduga dari salah satu pendukung calon Kamis malam (27/11) melempari rumah Suroto, warga Dusun Cangkring.

Menurut istri korban, Siti Aminah, peritiwa ini terjadi cukup singkat. Menjelang adzan isya’, sekitar pukul 07.00 Wib tiba-tiba rombongan sepeda motor berhenti diluar pagar rumahnya, membunyikan suara motornya keras-keras sembari mengeluarkan kata-kata kotor yang bernada menantang, “kalau berani keluar! ayo keket (berkelahi), saya tunggu ditimur,” katanya menirukan tantangan pelaku.

Tak berselang lama, masa yang beringas itu melempari rumah korban dengan batu dan botol bekas, sehingga beberapa bagian rumahnya rusak. Terlihat kaca jendela bagian depan sebelah kanan  pecah, tak hanya itu, musholla yang berada persis di depan rumahnya juga menjadi sasaran pelemparan masa. Terlihat kaca musholla pecah berserakan, atap dan gentingnya juga tampak berlubang.

Menantu korban, Anshori menuturkan, dirinya tak mengetahui secara pasti berapa jumlah masa tersebut. Sebab saat itu, ia dan keluarganya sedang berkumpul di dalam rumah, sedang mertuanya berada di musholla. “Mendengar ribut-ribut diluar saya sempat keluar, namun karena ada lemparan batu dan botol bekas akhirnya saya kembali masuk ke dalam rumah,” tuturnya, Jum’at (28/11).

Beruntung tak ada korban terluka dari aksi tersebut, namun sang nenek, Hj. Siti Hotijah langsung shock dan terserang stroke, “mungkin karena kaget, nenek saya langsung stoke,” imbuh Anshori. Paska kejadian ini, keluarganya menjadi trauma dan was-was ketika ada kendaraan bermotor yang melewati rumahnya.

Menurut informasi, peristiwa ini dipicu perbedaan pilihan figure calon kepala desa. Sebab, Suroto menjadi pendukung salah satu calon kepala desa dari wilayah lain, padahal di daerahnya ada seorang calon yang juga maju sebagai kandidat. Di duga karena tidak terima calon yang mereka usung kalah, sejumlah masa dari pendukung calon tersebut melakukan teror.

Paska kejadian itu, korban lansung melaporkan peristiwa ini ke Mapolsek Jenggawah. Namun saat dimintai keterangan oleh wartawan, aparat Polsek Jenggawah tidak dapat mengeluarkan pernyataan resmi. Menurut petugas, pihaknya masih mendalami dan menyelidiki laporan tersebut. (Ruz/Yud).

Berita Terkait Kriminal

Tidak ada komentar: