"Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.", "Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.","Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72."
Custom Search

Selasa, 25 November 2014

Jelang Pilkades Serentak, Kampanye Hitam Mulai Marak

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Dua hari jelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di 59 Desa se kabupaten Jember, yang dilaksanakan serempak tanggal 27 November besok, suhu politik di Desa Balung Kulon, Kecamatan Balung, memanas.

Pasalnya beberapa warga Selasa pagi (25/11) mendapatkan selebaran berisi kampanye hitam. Serangan itu ditujukan kepada salah satu calon incumbent, dalam selebaran tersebut  diungkapkan calon dianggap berhasil memimpin satu periode. Namun keberhasilan itu tidaklah dalam kerangka positif, melainkan negative.

Dicontohkannya, pembangunan banyak yang terlantar, pembayaran pajak yang terhambat, hak-hak perangkat desa yang tak diberikan serta kasus perselingkuhan yang melibatkan calon tersebut dengan perangkat desa setempat.

Menurut salah seorang warga, selebaran gelap itu muncul tanpa diketahui siapa pelakunya. Sebab, warga mendapatkannya sudah berserakan ditanah. “saya mendapatkan selebaran ini pagi tadi, saat  mau pergi ke warung,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebut namanya.

Melihat kejadian itu, sebagian warga menuntut kepada panitia agar bertindak tegas dan meminta aparat penegak  hukum untuk menyelidiki serta menangkap siapa pelakunya.  Sebab, tidak menutup kemungkinan ada pihak ketiga yang sengaja mengeruhkan suasana menjelang pilkades yang akan digelar Kamis besok.

Semetara itu, ditemui di sekretariat desa setempat, Sekretaris Panitia Pilkades Balung Kulon, Shodiq Muhammad, mengaku kaget dengan beredarnya selebaran tersebut. Padahal, katanya, sejak awal panitia telah mewanti-wanti kepada calon dan tim suksesnya untuk mematuhi tata tertib yang ada, “ini kan masa tenang, jadi saya sangat menyayangkan jika ada selebaran yang berisi kampanye hitam, apalagi menyudutkan salah satu calon,” terangnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, panitia tak dapat berbuat banyak. Sebab tugas panitia hanya memfasilitasi pelaksanaan pilkades berjalan lancar sesuai tahapan, “jika mengacu kepada tata tertib ya jelas tidak boleh, tapi panitia kan hanya bisa member peringatan saja,” pungkasnya. (RuzYud).

Berita Terkait Politik dan Hukum

Tidak ada komentar: