"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Thursday, 27 November 2014

Kapolda Jatim Tinjau Pilkades Serentak di Jember

Pilkades Serentak Berjalan Lancar, Hanya Dua Desa Terjadi Insiden Kecil

Kapolda Jatim Saat Meninjau Pilkades Pancakarya
Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang berlangsung serentak di 59 Desa yang tersebar di 25 Kecamatan kabupaten Jember Jawa Timur Kamis (27/11),  mendapat perhatian serius Kapolda Jatim.


Kedatangan Kapolda, Irjen Anas Yusuf yang datang di Mapolres Jember di dampingi Kabag Humas Polda Jatim Kombes Awi Setiyono sekitar pukul 11.00  di sambut Kapolres Jember AKBP Sabilul Alif beserta Forpimda mulai Bupati Jalal, Dandim Letkol Wirawan, Kajari H Adi Sumartono dan Ketua PN Jember.

Setelah beristirahat sejenak, makan siang dan Sholat Dhuhur berjamaah di Masjid Mapolres Jember, rombongan Kapolda dan Forpimda Jember langsung menuju ke Desa Pancakarya Kecamatan Ajung untuk memantau pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa.

Disela-sela peninjauan pelaksanaan Pilkades, Jendral bintang dua menyatakan, “ kami selaku aparat penegak hukum memiliki tanggung jawab untuk menjaga keamanan di Jember agar tetap kondusif, walaupun hari ini pelaksanaan pilkades serentak, “ katanya.

Masih kata Anas, “ situasi di Jember saat ini tetap kondusif dan pilkades berjalan dengan lancar. Kondisi ini harus dipertahankan sebagai modal penting untuk menghadapi Pilkada 2015 tahun depan. Dan saya harapkan juga kerjasama dengan teman-teman media untuk memberitakan yang obyektif agar situasi dan kondisi masyarakat juga terjaga, “ imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Jember Djalal mengaku sangat berterima kasih dengan perhatian khsus dari Kapolda Jawa Timur, terkait pelaksanaan pilkades serentak di jember. Perhatian dari Kapolda Jatim dan seluruh elemenitu merupakan harapan baik untuk terus menjaga situasi tetap kondusif.

Senada dengan Bupati  Kapolres Jember AKBP Sabilul Alif menambahkan, “ secara keseluruhan pelaksanaan pilkades di Jember berjalan dengan aman dan kondusif. Masyarakat sangat antusias untuk menyalurkan hak pilihnya dengan datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan tertib untuk menyalurkan aspirasinya, “ pungkas Alif.

Insiden Kecil Terjadi Di Dua Desa Kecamatan Gumukmas
Pantauan dilapangan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara umum berlangsung cukup lancar. Meski sempat ada beberapa insiden yang menyebabkan kericuhan saat pemilih mengantre untuk menggunakan hak pilihnya.

Seperti Pilkades Balung Kulon, Kecamatan Balung berjalan lancar. Meski sehari sebelumnya, marak selebaran kampanye hitam yang menyudutkan salah satu calon. Di pintu masuk, sekitar pukul 11.30 Wib, tampak ratusan pemilih yang mengantre terpantau tertib dijalur yang dibagi perdusun.

Hal yang sama juga terjadi di Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan, meski tak ada jalur khusus untuk para manula dan kaum diffable dikedua desa tersebut, pelaksanaan pemungutan hingga penghitungan suara terlihat cukup lancar.

Sedangkan di Desa Kesilir, Kecamatan Wuluhan, antusiasme warga terlihat cukup signifikan. Selain karena mobilisasi massa oleh team dari masing-masing calon berjalan baik, pantia juga menyediakan Doorprize bagi pemilih yang datang. Menurut Siswoyo, Ketua Panitia Pilkades Silir, langkah ini sengaja ditempuh untuk menarik minat warga agar menggunakan hak pilihnya.

Insiden kecil terjadi di dua desa di Kecamatan (Desa Gumukmas dan Desa Mayangan). Untuk Desa Gumukmas, ketika ribuan warga memadati tempat pemungutan suara (TPS) di lapangan desa setempat. Mulanya berjalan tertib, kegaduhan terjadi ketika puluhan orang pingsan akibat berdesak-desakan dengan pemilih lain di pintu masuk TPS.

Sontak, kejadian ini sempat membuat panik para anggota pengaman dan tenaga medis yang ada. Sehingga ada salah satu pemilih yang harus dibawa ke Puskesmas setempat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Tak hanya di Desa Gumukmas, di desa Desa Mayangan, Kecamatan Gumukmas, juga sempat terjadi aksi dorong-mendorong antara Panitia Pilkades yag dibantu oleh petugas keamaan dengan calon pemilih. Bahkan kericuhan itu memicu aparat keamanan mengusir sejumlah pemilih karena dinilai kurang tertib. Terlihat dipintu masuk, ratusan warga merangsek kedalam hingga membuat kekacauan didalam TPS.

Peristiwa tersebut dibenarkan Suhadi, Ketua Panitia Pilkades Mayangan, ia mengatakan pengusiran dimaksudkan untuk menertibkan para pemilih, “iya, mungkin akibat warga terlalu ambisi untuk menggunakan hak pilihnya dan kwatir kehabisan waktu yang telah ditentukan oleh Panitia,” terangnya. ((midd/edw/Ruz/Yud).

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: