"Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.", "Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.","Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72."
Custom Search

Kamis, 06 November 2014

Pangku-Pangkuan di Warnet, Belasan Siswa digaruk Pol PP

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com.  Gara-gara keluyuran saat jam sekolah, belasan siswa MTs, SMA dan SMK digaruk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Wuluhan. Siswa-siswi yang terjaring ini berasal dari dua kecamatan.


Belasan siswa-siswi digaruk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Wuluhan Diantaranya 2 Siswa MTs Maarif Wuluhan, 2 Siswa SMA Muhammadiyyah Wuluhan, 1 Siswa SMK Ambul  dan 12 siswa dan 1 Siswi SMK Diponegoro Wuluhan.

Menurut Santoso Kasi Trantib Sat Pol PP Kecamatan Wuluhan, para pelajar ini terjaring di beberapa tempat seperti tempat Play Station dan Warnet saat jam sekolah, bahkan saat penggerebekan di warnet ada salah satu pasangan pelajar yang sedang pacaran sambil pangku-pangkuan di warnet.

“Kita memang rutin melakukan razia kepada pelajar sekolah yang keluyuran saat jam pelajaran, dan kegiatan ini sudah kita koordinasikan dengan beberapa kepala sekolah dan UPT Pendidikan Wuluhan,” ujar Santoso kepada sejumlah wartawan, Kamis, (6/11)

Jodi Harianto Waka Kesiswaan SMA Diponegoro, sangat mengapresiasi dengan langkah sat pol PP, sebab dengan rutin dirazianya pelajar yang keluyuran saat jam sekolah, “Saya setuju dengan langkah satpol PP melakukan Razia ini, dulu kita pernah juga melakukan kerjasama dengan sat Pol PP untuk melakukan Razia pelajar yang keluyuran saat jam sekolah, dan dampaknya terasa, siswa yang keluyuran saat jam sekolah berkurang, dan sekarang digalakkan lagi,” ujar Jodi.

Kepala UPT Pendidikan Wuluhan Drs. Ismail Yusuf saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya bekerjasama dengan sat pol PP untuk melakukan razia pelajar yang sedang keluyuran, dikarenakan tingkat pengawasan terhadap siswa sangat kurang, sehingga perlu kerjasama semua pihak.

“Kita akan melakukan razia secara rutin terhadap siswa yang keluyuran, ya mungkin seminggu sekali atau sebulan sekali, sebab kalau tidak dilakukan razia seperti ini, banyak orang tua yang tidak tau dengan kegiatan anak-anaknya, mereka taunya apa kata sekolah, bahkan pernah ada siswa yang tidak naik kelas orang tuanya tidak tau, mereka taunya setelah kita datangi orang tuanya,” ujar Ismail.

Sementara itu, dari 13 siswa dan siswi SMK Diponegoro, ternyata ada salah satu siswa yang terjaring razia saat keluyuran merupakan anak kepala sekolah MA Ma’arif yang masih satu yayasan dengan SMK Diponegoro di Desa Dukuh Dempok Wuluhan dia adalah Hlm siswa kelas 1, mengetahui anaknya ikut terjaring saat keluyuran jam sekolah, Sonhaji selaku orang tua buru-buru meninggalkan tempat dan tidak mau menemui wartawan. (Ruz)

Berita Terkait Sosial Budaya

1 komentar:

edi harahap mengatakan...

Saya mengapresiasi Pol PP, semoga kegiatan ini terus dilakukan dan dilaksanakan sesuai peraturan. Tanpa mengharap imbalan uang atau main pukul fisik saat gerebek.
semoga generasi indonesia bisa berkualitas nantinya
Amien