"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Wednesday, 26 November 2014

Polres Jember Berhasil Sita Ratusan Ribu Pil Koplo

Kapolres AKBP M.Sabilul Alif, SH, SIK dan Jajarannya
Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com.  Hanya dalam sepekan sejak  mengemban Sabtu (22/11), Kapolres Jember, AKBP M.Sabilul Alif, SH, SIK berhasil ungkap berbagai tindak kriminalitas. Salah satunya pil jenis narkoba.

Jajaran Polres Satuan Reserse Narkoba berhasil ungkap kasus dan membekuk pelaku beserta barang bukti “Hari ini kami menunjukkan barang bukti obat-obatan yang dikategorikan keras,”. Demikian ungkap Kapolres AKBP M.Sabilul Alif, SH, SIK di dampingi Waka Polres Kompol M. Sitanggang, SH, Kabag Humas AKP Edi Sudarto, SH, MH dan Kasat Narkoba AKP Sukari, SH dalam Release di halaman Mapolres Jember  Rabu (26/11)

Masih kata Alif, “dari sini sering digunakan untuk modus tawuran, perkelahian, kebut-kebutan serta curas untuk menambah adrenalin atau keberanian setelah itu pengguna melakukan pencurian dan perampasan Berdasar kondisi itulah Polres terus fokus konsen memberantas jaringan-jaringan pil koplo dan sejenisnya, “ ujarnya.

Lebih lanjut Alif menambahkan, “dari pengembangan kasus, terungkap salah satu Tsk Wahyu Bagus adalah seorang Tenaga Honorer Dinas Perhubungan, Warga Rambi, yang ketangkap di Kecamatan Pakusari. Sasaran penguna adalah usia muda, para pelajar SMP dan SMA, sudah banyak korban hingga meninggal sia-sia, “ imbuhnya.

Dalam gelar BB itu SatNarkoba Polres Jember menyita sekitar 153 ribu butir pil koplo yang terdiri dari dua jenis yakni Trihexyphenidyl (obat syaraf) dan Dextro (pereda batuk). Kedua jenis obat ini sering disalahgunakan sehingga disebut pil koplo atau setan

Para pelaku atau tersangka yang diamanakan pihak Polres Jember berjumlah tiga orang. Mereka adalah Andi Wijisono (35) warga Kecamatan Panti, Wahyu Bagus (26) dan Ahmad Prayitno (27) warga Desa/Kecamatan Rambipuji.

Penangkapan itu berawal tertangkapnya Ahmad Paryino yang selama ini bertugas sebagai penjual pil koplo. Dan setelah dikembangkan, jaringan Prayit alias Rizki itu melibatkan Wahyu Bagus. Wahyu Bagus mendapatkan barang itu dari Andi yang dikenal sebagai pemain lama di dunia obat-obatan terlarang. (midd/edw)

Berita Terkait Kriminal

No comments: