"Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.", "Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.","Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72."
Custom Search

Minggu, 07 Desember 2014

Bedah Rumah Kemenpera Di Jember Diduga Disunat

Jember, MAJALAH-GEMPUR. Com. Program Bantuan Stimulan Pembangunan Swadaya (BSPS) dari Kementrian Perumahan Rakyat (Kemenpera) untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) diduga disunat.


Pasalnya metrial bangunan yang diterima tidak sesuai nominal, Program BSPS yang seharusnya mendapat 7,5 juta, tapi bantuan berbentuk material yang diterima tidak sampai, seperti yang disampaikan Sri Wahyuni Warga Tegal Besar Kaliwates, material bangunan yang diterima jumlahnya kisaran 4  - 5 juta rupiah saja.

“Saya taunya program bedah rumah ini berupa material saja, material yang dikirim berupa, batu bata sebanyak 3500, pasir 2 truk, semen 10 sak, kusen cor 6 buah, kapur (gamping) 2 kwintal serta tukang saya dikasih ongkos 900 ribu,” ujar Sri Wahyuni kepada media ini Minggu, (7/12) .

Slamet Riyadi selaku Flying Camps BSPS Badan Pemberdayaan Masyarakat yang juga penanggung jawab program BSPS, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa dana BSPS yang diterima masyarakat adalah 7,5 juta, namun dana itu dipotong biaya foto rumah, ATK dan ongkos tukang sehingga jatuhnya kisaran 6 jutaan, jika ada masyarakat yang menerima material dibawah itu, maka pihaknya tidak segan-segan akan menindak.

“Dana yang diterima masyarakat itu 7,5 juta mas, jika ada yang menerima dibawah itu, maka kami tidak segan-segan akan menindak, dan yang bertanggung jawab dalam pengawasan maupun pengontrolan program ini adalah pendamping program,” ujar Slamet.

Slamet sendiri juga menjelaskan, bahwa dana program BSPS dari Kemenpera diberikan langsung ke masyarakat melalui pihak Bank, dalam hal ini bank yang ditunjuk oleh Kemenpera adalah Bank BRI, “Dana dari Kemenpera diberikan langsung ke Masyarakat melalui BRI, selanjutnya dilakukan peralihan ke Konsultan dalam hal ini toko bangunan yang ditunjuk oleh masyarakat atau penerima, untuk dibelikan material,” beber Slamet.

Informasi yang berhasil dihimpun dilapangan, dari sebanyak 100 lebih penerima di Kelurahan Tegal Besar, rata-rata penerima bantuan BSPS tidak mengetahui jika dana itu diberikan langsung kepadanya, mereka tahunya berbentuk material, padahal proses pencairan dana ke penerima melalui melalui BRI. (edw/mam/kik)

Berita Terkait Sosial Budaya

Tidak ada komentar: