"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Tuesday, 2 December 2014

Kepemimpinan “Dinasti” Di Poltek Negeri Jember

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Proses pemilihan Direktur Politehnik Negeri Jember diduga sarat Kolusi Korupsi dan Nipotisme  (KKN), beredarnya dokumen menunjukkan kondisi internal Polije tidak sehat.


Pasalnya dalam dokumen bermaterai serta menggunakan kop resmi Politehnik Negeri Jember (Polije ) tersebut tertulis jabatan direktur Politehnik Negeri Jember periode 2011-2015 diberikan kepada Ir. Nanang Dwi Wahyono, MM dan untuk periode 2015-2019 akan di serahkan kepada Dr. Ir. Bagus Putu Yudhia Kurniawan, MP.

Bahkan dalam dokumen yang beredar dikalangan mahasiswa dan dosen sejak pertengahan sejak Nopember lalu sangat jelas tertulis tentang pembagian kekuasaan, jabatan Direktur sedangkan untuk periode 2015-2019 dipegang oleh Dr. Ir. Bagus Putu Yudhia Kurniawan, MP yang saat ini menjadi Pembantu Direktur 1.

Beredarnya dokumen ini menunjukkan kondisi Polije tidak sehat dan mirip dengan Kerajaan Dinasti.  “Beredarnya dokumen ini menunjukkan jika pemilihan Direktur di Poltek selama ini berbau nepotisme dan kolusi untuk kepentingan orang tertentu.” ujar Dr. Ir. H.R. Abdoel Djamali. M.Si, dalam siaran persnya, Selasa, (2/11).

Lebih lanjut Djamali , ketua Forum Dosen Polije ini menjelaskan bahwa keberadaan dokukenjelas bertentangan dengan Ketetapan MPR-RI No, XI/MPR/1998  dan Undang-undang No, 28 Th 1999, Tentang Penyelenggara Negara Yang Bersih Dan Bebas Dari KKN.

Pasalnya dalam dokumen yang dibuat tanggal 1 bulan Novmber 2010, jam dua puluh satu waktu Indonesia barat bertempat dirumah Ir. H. Asmuji, MM, jalan karimata Jember Jawa Timur tersebut tertera  Ir. H. Asmuji, MM selaku mantan Direktur Periode 2006-2011 yang sekarang menjadi Direktur Politehnik Banyuwangi sebagai saksi.

Untuk itu bersama dengan 11 dosen yang tergabung dalam Forum Dosen Polije, Djamali menjelaskan bahwa selama ini pihak-pihak yang terlibat dalam dokumen tersebut sudah melakukan pembohongan public, sehingga dirinya meminta kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men PAN-RB) serta Menteri Riset dan Dikti untuk mengusut skandal yang ada di Politehnik Negeri Jember.

“Dalam menyikapi skandal ini, kami dari forum Dosen menyatakan sikap bahwa Tahapan pemilihan direktur yang berlangsung antara 1-12 Desember 2014 ini harus disusut tuntas, kami tidak memihak kepada calon-calon direktur manapun, namun skandal ini akan kami kawal, sebagai bentuk moral dan etika profesi,” ujar Djamali.

Forum Dosen sendiri menurut Djamali sudah berkirim surat ke Men PAN-RB dan Menristek dan Dikti terkait skandal Kepemimpinan Dinasti ini, dan menurut Djamali, langkah forum dalam mengungkap skandal jabatan di Politehnik Negeri Jember ini mendapat tanggapan dari Kementrian. “Yang jelas bapak menteri sudah merespon surat yang kami kirim, dan akan memprosesnya,” ujar Djamali.

Sementara itu baik Dr. Ir. Bagus Putu Yudhia Kurniawan saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon tidak diangkat, di sms juga tidak dibalas, sedangkan Ir. Nanang Dwi Wahyono, melalui pesan singkatnya mengatakan bahwa dirinya berada diluar kota, “Gimana kalau besok saja mas, saya masih diluar kota, dan terima kasih atas perhatiannya,” jawab Ir. Nanang melalui pesan singkatnya. (Edw)

Berita Terkait Pendidikan

No comments: